Cerita Featured Kisah Kyai Pamungkas Uncategorised Uncategorized

Kisah Kyai Pamungkas: PESUGIHAN SETAN POCONG

Kisah Kyai Pamungkas: PESUGIHAN SETAN POCONG

Kehidupan manusia yang penuh dengan dilema dan problem seringkali menimbulkan ketidakpuasan dalam berprilaku, yang kadang manusia itu sendiri lupa akan fitrah yang telah digariskan Allah SWT. Kelupaan manusia itu terkadang menimbulkan dampak negatif dan cenderung menyimpang dari jalan yang telah digariskan…

 

Di Dusun Cibanteng, Desa Sampalan, Kec. Kuta Waluya, Kab. Karawang, Jawa Barat, ada sebuah tempat yang kental dengan hal-hal yang berbau mistik. Disinyalir di daerah itu terdapat pesugihan Setan Pocong, yang telah banyak didatangi oleh orang-orang yang mempunyai nafsu untuk memperoleh kekayaan dengan jalan menyimpang bersekutu dengan siluman Setan Pocong yang dapat memberikan kekayaan pada mereka.

 

Pedusunan itu sangat jauh dan sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat. Selain jatannya yang masih tanah, juga penuh dengan bebatuan yang berlubang serta sangat parah jika terkena hujan, bahkan jalan akan banjir. Di daerah terpencil ini terdapat sebuah komplek pemakaman penduduk, yang kini sering didatangi oleh orang-orang yang hendak bersekutu dengan makhluk dari alam, gaib, yakni siluman Setan Pocong.

 

Menurut kisah dari Pak Tholib, salah seorang tokoh masyarakat di daerah Cibanteng, dahulu di komplek pemassik kaman itu dimakamkan sepasang suami isteri yang mati karena dibunuh oleh para penduduk sekitar. Pembunuhan itu terjadi karena pasangan suami isteri itu menurut orang-orang mempunyai sepasang baju pocong yang sering digunakan untuk mencari kekayaan dengan jalan mencuri harta orang-orang kaya di daerah itu dan sekitarnya. Akibat ketahuan oleh para penduduk, akhirnya mereka membunuh suami isteri itu dan menguburkan jasadnya di komplek pemakaman itu, beserta baju pocong yang dimilikinya.

 

“Sejak saat itu cerita pesugihan Setan Pocong berhembus dari dusun ini. Saya sendiri tidak tahu siapa yang mempopulerkannya,” jelas Pak Tholib.

 

Tentang kebenaran adanya pesugihan Setan Pocong ini kisahnya berhasil diperoleh penulis. Perjalanan sesat dan menyimpang dari gada dan gadar ini dilakukan oleh seorang anak manusia yang bernama Surji, seorang pemuda tanggung yang karena tekanan ekonomi dan himpitan zaman, nekat mengambil jalan yang menyesatkan itu.

 

Memang, garis kehidupan Surji dari kecil hingga dewasa terbilang sulit. Ia belum pernah merasakan kenikmatan, kesenangan seperti yang sering dirasakan oleh orang-orang kaya. Semenjak kecil Surji sudah ditinggalkan oleh orang tuanya. Dan ia hidup sendirian setelah kedua saudaranya pergi merantau ke daerah di Bekasi. Mereka terpaksa meninggalkan Surji untuk mengadu nasib di kota itu. Dan Surji memilih tetap tinggal di kampungnya, walaupun banyak yang menghinanya serta merendahkannya. Ia berpikir dan bertekad, kalau suatu saat ia akan menikmati kekayaan walaupun dengan jalan yang melanggar aturan agama ataupun bersekutu dengan pesugihan Setan Pocong.

 

Surji pun nekad berbuat seperti itu dan pergi ke komplek pemakaman. Pada malam yang telah ditentukan Surji pun telah berada di pemakaman itu. Sekitar pukul 21.00 WIB ia duduk bersila di depan makam suami isteri itu. Sambil membaca mantra pemanggil arwah, ia pun tak lupa membakar kemenyan dan stanggi. Cukup lamasia menunggu kedatangan arwah sepasang suami isteri itu, hingga kira-kira pukul 24.00 WIB, ia didatangi oleh arwah suami isteri itu, maka terjadilah dialog di antara mereka.

 

Setelah berdialog cukup lama, dan Surji sanggup memenuhi segala macam persyaratan yang diajukan oleh sepasang arwah suami isteri itu. Akhirnya, Surji menerima kekayaan yarig berupa peninggalan dari sepasang suami isteri itu dan sepasang baju Pocong, Kini keadaan Surji sudah berubah 100 derajat. Yang dulu miskin dan selalu dicaci serta dihina, kini keadaan Surji sudah berubah. Kehidupannya berlimpah ruah dengan kekayaan. Kini ia dipuja, dihormati dan disegani oleh para penduduk di sekitar desa itu.

 

Sejalan dengan waktu, dahulu ia ditolak oleh Laila, seorang gadis anak kepala desa yang dicintainya. Ini semua karena Surji miskin dan tak punya apa-apa, Tapi segalanya telah berubah. Setelah Surji berubah menjadi kaya raya, akhirnya Laila dan orang tuanya mendatangi Surji untuk meminta Surji menikahi Laila anaknya. Akhirnya apa yang menjadi impian Surji, semuanya sudah terpenuhi. Rumah yang dimiliki dan kendaraan yang bukan hanya roda dua tapi roda empat pun ia miliki. Semuanya ia dapatkan dengan jalan yang nekad yakni bersekutu de dengan Setan Pocong.

 

Walaupun dengan segala resiko yang akan ia tanggung akibatnya nanti, dan perjanjian yang telah dibuat dengan siluman Setan Pocong yaitu, setiap bulannya pas malam Jum’at Kliwon, Surji harus menyerahkan tumbal seorang bocah balita ke makam pasangan suami isteri itu, serta membawa kembang melati disertai dengan kain kafan yang harus rutin dilakukan oleh Surji setiap malam Jum’at Kliwon pada tiap-tiap bulannya. Persembahan itu harus tetap dilakukan pada waktunya, karena kalau tidak sepasang siluman itu akan menagih pada Surji. Kalau tidak ada persembahan, maka siluman itu akan mengambil Surji atau isterinya, sebagai ganti dari tumbal balita yang harus diserahkan.

 

Tak terasa waktu berlalu. Dari hari ke hari, bulan ke bulan bahkan tahun ke tahun, kehidupan Surji kian lengkap dengan hadirnya dua orang anak yang berusia 10 tahun dan 7 tahun. Tapi sepandai-pandainya orang menimbun atau! menyimpan bangkai lambat laun akan! tercium juga. Begitupun dengan perjanjian Surji dengan sepasang siluman akhirnya terbongkar juga oleh masyarakat di dusun Cibanteng. Karena kecerobohan dirinya yang telat memberikan tumbal pada siluman itu, akhirnya Suri mengalami musibah yang beruntun dan n mengakibatkan meninggalnya kedua anak yang dicintainya. Mereka mati tertabrak secara lahiriah, namun secara batiniahnya kedua anak Surji itu diminta sebagai pengganti tumbal yang telah disepakati oleh sang ayah. Dan tak lama kemudian Laila isterinya pun mati dengan jalan terjatuh di lantai kamar mandi.

 

Lari musibah yang dialami Surji akhirnya mengakibatkan Surji menjadi shock dan sakit keras dan akhirnya Surji mengalami tekanan mental atau depresi jiwa yang sangat 3 hebat. Hampir semua kekayaannya habis untuk mengobati penyakitnya. Karena tak sembuh juga, akhirnya kedua saudara Surji menyarankan agar Surji dibawa untuk diobati ke seorang Kyai di pesantren Gempol di Cirebon. Setelah ditangani oleh Kyai yang bernama Kyai Ahmad, akhirnya penyakit yang diderita Surji pun berangsur pulih. Ia kembali seperti sediakala, dan atas saran dari Kyai Ahmad, agar Surji mengembalikan baju Pocong itu kepada arwah siluman dan menguburkannya di tempat yang seharusnya.

 

Dengan bekal dari sisa kekayaan yang dimilikinya, akhirnya Sur mengikuti jejak kedua kakaknya. Mereka sama-sama merantau di Bekasi dan tinggal di sana.

 

Untuk para pembaca anggaplah cerita ini sebagai bahan renungan dan bahan introspeksi diri agar kita selalu ingat akan segala apa yang telah kita perbuat. Semoga kita diberi ketetapan hati dan semoga kita dijauhkan dari kesalahan berbicara dan beramat, dan semoga apa yang telah dilakukan oleh Suni dapat menjadi contoh untuk kita, bahwasanya bersekutu dengan iblis n atau setan itu sangat dilarang ji agama. Maka untuk itu, jauhilah perbuatan tersebut. Wallahu a’lam bissawab. ©️KyaiPamungkas.

Paranormal Terbaik Indonesia

KYAI PAMUNGKAS PARANORMAL (JASA SOLUSI PROBLEM HIDUP) Diantaranya: Asmara, Rumah Tangga, Aura, Pemikat, Karir, Bersih Diri, Pagar Diri, dll.

Kami TIDAK MELAYANI hal yg bertentangan dengan hukum di Indonesia. Misalnya: Pesugihan, Bank Gaib, Uang Gaib, Pindah Janin/Aborsi, Judi/Togel, Santet/Mencelakakan Orang, dll. (Bila melayani hal di atas = PALSU!)

NAMA DI KTP: Pamungkas (Boleh minta difoto/videokan KTP. Tidak bisa menunjukkan = PALSU!)

NO. TLP/WA: 0857-4646-8080 & 0812-1314-5001
(Selain 2 nomor di atas = PALSU!)

WEBSITE: paranormal-indonesia.com/
(Selain web di atas = PALSU!)

NAMA DI REKENING/WESTERN UNION: Pamungkas/Niswatin/Debi
(Selain 3 nama di atas = PALSU!)

ALAMAT PRAKTEK: Jl. Raya Condet, Gg Kweni No.31, RT.01/RW.03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur.
(Tidak buka cabang, selain alamat di atas = PALSU!)


Related posts

Kisah Kyai Pamungkas: TERTANGKAPNYA BABI HUTAN AJAIB!

Kyai Pamungkas

Kisah Kyai Pamungkas: Kampung Perawan

Kyai Pamungkas

Ngaji Psikologi Bersama Kyai Pamungkas: Tak Perlu Menangkap Bola yang Dilempar

Kyai Pamungkas
error: Content is protected !!