Cerita

Cara Mudah Menarik Benda Pusaka

Hampir setiap tempat di tanah Jawa memiliki benda pusaka yang masih tersimpan di dalam tanah, batu, atau kayu. Hal ini menjadi sebuah kebiasaan bila muncul cahaya yang berasal dari tempat yang terdapat benda pusaka.

Benda pusaka sendiri mempunyai kekuatan yang menyelubungi sehingga banda pusaka itu tertutup dan tidak terlihat oleh pandangan mata. Hanya saja getaran yang timbul dari kekuatan yang ada pada benda tersebut, akan memancarkan sinyal keberadaan benda pusaka.

Menarik benda pusaka menjadi sebuah kegiatan  yang mempunyai nilai uang tersendiri. Keahlian menarik benda pusaka mempunyai berbagai cara dan metode.

Dari sebagian besar cara- cara yang ada, di nataranya memerlukan sesaji untuk melakukan ritual penarikan benda pusaka. Hanya ada beberapa cara yang tidak menggunakan media sesaji sebagai alat bantu ritual penarikan.

Ritual penarikan benda pusaka dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain adalah sebagai berikut:

Cara 1

  1. Menentukan dimana tempat  benda pusaka yang akan dilakukan penarikan atau pengambilan jarak jauh.
  2. Sebelum ritual penarikan benda pusaka terlebih dahulu dilakukan pengambilan tanah yang ada disekitar lokasi yang dianggap memiliki benda pusaka yang masih terpendam atau tersembunyi.
  3. Tanah diletakkan di atas altar kemudian dilakukan ritual terawang jarak jauh. Terawang ditujukan untuk melihat isi atau benda pusaka yang berasal dari tanah asal, atau keberadaan pusaka pada tanah yang berada di atas altar.
  4. Tanah di deteksi dengan kekuatan batin. Tanah yang telah diuji dengan kekutan batin orang yang memiliki keinginan gaib akan mengeluarkan aura. Aura yang muncul dari tanah akan menunjukkan bahwa benda pusaka tersebut dapat diambil atau tidak. Dalam hal ini dibutuhkan spiritualis (paranormal) yang menguasai keahlian ilmu terawang.
  5. Jika aura yang timbul dari tanah menunjukkan benda pusaka tersebut dapat diambil, maka dilakukan ritual selanjutnya yaitu inti dari ritual. Ilmu gebrak bumi harus dikuasai oleh paranormal yang melakukan atau memimpin ritual. Ilmu ini akan menarik benda pusaka yang ada di sekitar tanah asal.
  6. Tanah yang berada di atas altar akan muncul cahaya atau sinar yang kemudian akan terdapat benda pusaka di dalamnya. Dalam ritual ini dibutuhkan adanya sesaji yang bisa terdiri dari kembang setaman, air minum berupa putih tawar, putih  manis, kopi pahit, kopi manis. Minyak wangi dapat berupa minyak Hajar Aswad, Zafaron, atau candu. Sesaji disini ditunjukan bukan untuk benda pusaka yanga kan diambil tetapi benda pusaka yang akan diambil, tetapi ditujukan kepada jin yang menyelubungi atau menunggu benda pusaka tersebut. Keberadaan sesaji tidak bisa ditiadakan dengan kata lain sesaji adalah kunci dari ritual penarikan benda pusaka tanpa berada di tempat yang dianggap memiliki kandungan benda pusaka.

Cara 2

  1. Menyiapkan sebutir telor ayam kampung, dan berada di lokasi di mana benda pusaka diperkirakan ada.
  2. Menulis rajah pada kulit telur kemudian diteruskan dengan memecah telur yang telah ditulisi rajah. Dari pecahan telur akan tampak tulisan. Tulisan disini berisi petunjuk dan syarat- syarat yang harus dipenuhi dan dilakukan untuk ritual penarikan benda pusaka. Tulisan ini tertulis dari pecahan telur.
  3. Menyiapkan syarat- syarat yang ada dalam menyesuaikan dengan petunjuk yang ada dalam pecahan telur.
  4. Melakukan ritual di tempat yang dianggap memiliki benda pusaka yang masih tersimpan. Dalam ritual akan keluar cahaya atau aura (bisa tipis atau jelas) dari tempat asal benda pusaka.
  5. Jika benda pusaka tersebut akan keluar, maka tanah atau batu akan terlihat terbelah dan benda pusaka dapat di ambil dari tempat tersebut.
  6. Sebelum benda pusaka muncul, tanah akan bergetar atau bergoyang yang diikuti terbelah.
  7. Setelah tampak benda pusaka yang ada di tanah tersebut, maka tidak ada kesulitan untuk mengambilnya, hanya tinggal mengambil.

Cara 3

  1. Dilakukan pendeteksian awal dimana letak benda pusaka, di tempat tersebut ada tidak benda pusakanya. Di sini akan menentukan benda pusaka tersebut bisa diambil atau tidak.
  2. Melakukan dialog gaib dengan khodam atau isi dari benda pusaka. Dalam dialog ini akan ditemukan oleh khodam tentang syarat- syarat dan petunjuk untuk melakukan ritual pengambilan atau penarikan benda pusaka.
  3. Setelah melakukan dialog gaib kemudian orang yang  berperan sebagai penarik benda pusaka melakukan puasa tiga hari. Puasa yang biasa dilakukan adalah puasa mutih.
  4. Persyaratan yang biasa diberikan atau diminta oleh khodam yang berada dalam benda pusaka hanya berupa dupa dan bunga setaman (liman).
  5. Sebelum penarikan dilakukan maka sang penarik harus melakukan mandi besar dengan air bunga setaman (liman) tersebut.
  6. Selama ritual penarikan benda pusaka, dupa harus selalu menyala dan hal ini berlangsung kurang lebih selama 3-4 jam.
  7. Cahaya akan keluar dan di ikuti dengan munculnya benda pusaka tersebut. Sesaat setelah mencapai puncak terangnya cahaya adalah dimana benda pusaka itu muncul. Cahaya terang hanya berlangsung beberapa saat kemudian meredup. Saat cahaya sebelum padam harus segera mengambil benda pusaka, karena jika terlambat maka benda pusaka akan kembali ke tempat semula (hilang).

Cara 4

  1. Menetukan dimana letak benda pusaka yang ada. Dalam langkah pertama ini menentukan posisi dimana akan dilakukan ritual penarikan benda pusaka.
  2. Getaran akan terasa dari dalam tanah, atau batu tempat asal benda tersebut. Getaran ini berasal dari getaran khodam yang ada dalam bena pusaka tersebut.
  3. Melakukan ritual komunikasi dengan khodam benda gaib yang akan diambil. Dalam komunikasi ini akan dilakukan transaksi atau tukar menukar (barter) dengan kita meminta benda pusaka yang ada dalam tanah tersebut.
  4. Bila saat melakukan komunikasi ini syarat atau permintaan dari khodam dapat dipenuhi saat itu juga, maka dapat dilanjutkan dengan tukar menukar.
  5. Jika tidak dapat memenuhi kesepakatan yang terjadi pada saat itu, maka komunikasi dapat dilanjutkan setelah syarat atau keinginan dari khodam dapat dipenuhi.

 Cara 5

  1. Menentukan keberadaan benda pusaka yang akan diambil.
  2. Melakukan puasa untuk persiapan ritual. Biasanya dilakukan satu atau tiga hari puasa mutih. Puasa diniatkan untuk mengambil benda pusaka yang ada pada tempat yang telah ditentukan.
  3. Upacara ritual dimulai setelah jam 12 malam. Dalam ritual ini diperlukan seorang imam dan makmum (boleh lebih dari satu orang).
  4. Wirid atau doa yang dibaca oleh sang imam adalah doa Nurbuat sebanyak 100 kali, sedangkan makmum membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 1500 kali. Posisi imam berada di barisan terdepan kemudian diikuti dibelakangnya makmumnya.
  5. Imam dan makmum duduk berada di atas sajadah yang telah diberikan rajah oleh sang imam.
  6. Jika doa usai namun belum muncul getaran akan munculnya benda pusaka, maka doa dilanjutkan hingga muncul.
  7. Munculnya benda pusaka adalah diawali munculnya jin yang berjumlah banyak membawa benda pusaka yang dimaksudkan.

 Cara 6

  1. Bersemadi memohon kepada Tuhan agar diberikan penglihatan tentang keberadaan benda gaib apa saja yang ada di tempat ritual.
  2. Jika diberikan wujud cahaya, maka kita boleh mengamati tapi tidak boleh mengambilnya langsung.
  3. Setelah benda diletakkan kembali, maka dilakukan meditasi kembali untuk memohon memiliki benda yang telah berwujud.
  4. Jika benda tetap berada pada tempatnya maka benda tersebut boleh diambil dan dimiliki.
  5. Dalam ritual ini suatu kunci yang harus dipegang adalah pasrah terhadap sang Pencipta, dan dalam ritual ini tidak memerlukan sesaji dalam bentuk apapun. Kekuatan batin harus disatukan dengan panca indera.
  6. Perlu diketahui bahwa kekuatan gaib dalam benda merupakan kekuatan terendah tingkatannya jika dibandingkan dengan kekuatan yang lain. Tetapi untuk mengambil atau menarik benda bertuah membutuhkan kekuatan yang berada diatas kekuatan benda yang akan ditarik.

Ilmu untuk mempelajari penarikan benda gaib tidak mudah dipelajari, tetapi pada metode terakhir tidak membutuhkan keahlian khusus. Metode ini antara lain menekankan pasrah terhadap Tuhan, menerima apa adanya benda bertuah, bersih jiwa dan raga dari keduniaan, kepekaan terhadap sesuatu yang ada.
Metode ini meskipun tidak memerlukan keahlian yang khusus tetapi merupakan metode yang cukup sulit dilakukan, karena syarat diatas tidak bisa dipenuhi.

Related posts

Ilmu Pencipta Birahi, Silahkan Diamalkan

Peguron Sapujagad

Ilmu Mahabbah Pengikat Sukma, Silahkan Diamalkan

Peguron Sapujagad

Ilmu Pengasih Asmaul Husna, Silahkan Diamalkan

Peguron Sapujagad
Telepon
Whatsapp