Kisah Mistis: MAKNA DARI KURA-KURA
Dalam Tangtu Panggelaran, sebuah karya sastra zaman Majapahit digambarkan bahwa kura-kura adalah jelmaan Dewa Wisnu yang sangat berjasa dalam memindahkan puncak gunung Mahameru dari India ke Pulau Jawa. Tujuannya untuk menyeimbangkan tanah Pulau Jawa, Caranya, di atas punggung kura-kura jelmaan Dewa Wisnu ibu puncak Mahameru diletakkan. Lalu Brahma menjelma menjadi seekor ular besar untuk menjadi tali pengikatnya. Dengan berjalan melata, kura-kura jelmaan Wisnu ini menuju tanah Jawa.
Dalam kitab Mahabarata episode Amertamanthana, kura-kura jelmaan Wisnu ditampilkan juga. Alkisah, ketika para dewa dan-raksasa memperebutkan tirta amarta air kehidupan abadi yang letaknya di dasar samudera, bumi menjadi terancam tenggelam akibat tersapu gelombang yang dahsyat, kalu muncul Dewa Wisnu yang menjelma menjadi kura-kura raksasa yang mampu mengangkat bumi agar terhindar dari bahaya tersebut.
Sementara itas Claire Holt dalam bukunya “Art in Indonesia Continuites and Change” mengatakan bahwa kura-kura melambangkan dunia bawah, juga sebagai penolak bala. Misalnya dalam lukisan kura-kura dalam SLa-gua diftian Kei dan Seram
Dalam cerita fabel/tantri relief Candi Jagodi Malang Jawa Timur, kura-kura melambangkan tokoh sombong dan tatohah Kisahnya, sepasang kura-kura ditolong oleh seekor burung bangat untukmenghindari ancaman binatang buas di darat, Kedua kura-kura itu menggigit sebatang kayu yang kemudian kayu itu dicengkram oleh si bangau, lalu kura-kura dibawa terbang ke angkasa. Saat itu, serigala terus mengolok-olok kura-kura dari bawah. Karena tidak tahan olok-olok, kedua kura-kura menyahutinya, akhirnya kemalangan dialami kedua kura-kura itu. Keduanya jatuh ke bumi.
Lain halnya di Masjid Demak, kura-kura melambangkan tahun selesainya pembangunan masjid ini. Di mihrab masjid terdapat sebuah candrasengkala bergambar kura-kura. Jika dikaji, kepala kura-kura melambangkan angka 1 (satu), badannya melambangkan angka 0 (nol), sedangkan jumlah kakinya melambangkan angka 4 (empat), serta ekornya melambangkan angka 1 (satu), Bila diurut bersusun keseluruhan menjadi 1041 untuk menunjuk tahun Jawa 1401 (1479 Masehi). Wallahu a’lam bissawab. ©️KyaiPamungkas.
TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?
Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.
PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001
PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098
