Kisah Kyai Pamungkas

Kisah Kyai Pamungkas: Ziarah Mistis Di Makam Puyang Rambutan

Kisah Kyai Pamungkas:
Ziarah Mistis Di Makam Puyang Rambutan

Sesosok bayangan muncul dengan mengenakan jubah dan sorban putih. Paranormal-Indonesia.com mengucapkan salam dan disambut dengan iringan senyuman. Sebuah pusaka berbentuk telapak tangan diterima oleh Paranormal-Indonesia.com…

Berziarah ke makam Puyang Rambutan memang memiliki nilai mistik
tersendiri. Betapa tidak, selain namanya yang tersohor di kalangan masyarakat Pasemah, khususnya suku Semende yang berdomisili di pulau Beringin, Oku Selatan, Sumatera Selatan, makam keramat ini pun terletak cukup jauh dari pemukiman penduduk. Nuansa mistik di areal makam keramat ini amat kental, maklum makam ini berada di pedalaman hutan di tepi sebuah sungai kecil yang dikenal dengan nama Ayik Rambutan.

Menengok sejarah perjuangan di tanah Pasemah yaitu pada masa Besemah Mardike (Pasemah Merdeka, lepas dari Kesultanan Palembang Darussalam) yakni pada tahun 1821, Pardipe (sekarang Peraudipo) desa tertua di Pasemah (Pagaralam) yang dijuluki Mekkah Kecik berkuasa seorang pemimpin yang kharismatik dengan sebutan Puyang Lebih Penghulu Pardipe atau Puyang Lebay atau Tuanku imam Pardipe.

Tuanku Imam Pardipe merupakan salah seorang penerus ajaran Wali di tanah Pasemah yaitu Syekh Baharuddin Nurgadim alias Puyang Awak alias Tuan Junjungan Raje Nyawe, salah seorang Wali Sembilan Batanghari sembilan yang masih bersaudara dengan Sunan Giri, Sunan Sumedang dan Sunan Kalijaga.

Pada akhir perang Besemah (Sindang Rubuh) Tuanku Imam Pardipe menyingkir ke Mekakau (Pulau Beringin) hingga akhirnya wafat dan dikebumikan di desa Muara Sindang, Pulau Beringin, kabupaten Oku Selatan. Karena makamnya di tepian ayik (sungai) Rambutan inilah maka beliau oleh masyarakat setempat dikenal dengan nama Puyang Rambutan.

Pagi yang cerah itu Paranormal-Indonesia.com dan rombongan yang terdiri dari Pak Rozali (54) sesepuh desa Pulau Beringin, Feriansyah (32), Julianto (32), fotografer, Ki Jagad Mekakau dan Febrian Hadi dari Paguyuban Olah Spiritual dan Kebatinan Bumi Serunting Sakti, serta Linda dari Pengajian Syarofal Anam, memulai perjalanan dari desa Pulau Beringin sekitar 363 Km dari Palembang. Sekitar satu jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat, Paranormal-Indonesia.com tiba di desa Cukohnau. Sebenarnya, ada dua jalur yang dapat ditempuh ke makam keramat tersebut. Pertama melalui desa Muara Sindang dan kedua melalui desa Cukohnau. Namun jalur kedua inilah yang biasa ditempuh para peziaran Ke Puyang Rambutan.

Sesampai di mulut desa aroma mistik sudah mulai terasa. Paranormal-Indonesia.com dan rombongan beristirahat sejenak dan menamai sesepuh desa. Sayangnya, Juru kunci makam keramat Puyang Rambutan tidak berada ditempat sehingga tak seorangpun bisa menemani kami. Kendati demikian beberapa waktu yang lalu Paranormal-Indonesia.com pernah bertemu dengan Pak Abdullah, juru kunci makam Puyang Rambutan yang tinggal di desa Pematang Danau. Dari Pak Abdullah diperoleh informasi bahwa makam keramat ini banyak dikunjungi orang baik yang datang dari Tanah Semende sendiri, Suku Pasemah maupun yang datang dari luar daerah. “Umumnya yang datang ke sini berasal dari Pasemah,” katanya mengawali pembicaraan. “Namun banyak juga yang datang dari berbagai daerah lain seperti Lampung dan Bengkulu,” tambahnya.

Berdasarkan petunjuk yang diperoleh dari masyarakat setempat, kami melanjutkan perjalanan dengan menelusuri pematang sawah tepat di tepian sungai besar yang mengalir ke propinsi Bengkulu tersebut. Pemandangan alam yang cukup indah, di Sisi kiri terbentang luas tanaman padi yang baru tumbuh menghijau dan di sisi kanan mengalir sungai yang cukup deras ditemani angin sepoi-sepoi dan suara Siamang yang bernyanyi di puncak bukit menambah semaraknya nyanyian alam.

Sebuah jembatan gantung berdiri anggun melintas sungai besar yang dikenal dengan nama asyik Luas. Tepat di muka jembatan gantung Paranormal-Indonesia.com mengajak rombongan berhenti sejenak melantunkan doa kepada Penguasa alam semesta, Allah SWT agar perjalanan berjalan lancar tanpa hambatan dan rintangan. Tak lupa Paranormal-Indonesia.com dan rombongan menghadiahkan Al Fatehah untuk Puyang Rambutan. Selanjutnya rombongan dengan perlahan melewati jembatan gantung dengan senyum kegembiraan dan tak sedikit yang merasa ngeri karena tak terbiasa melewati jembatan gantung yang di bawahnya mengalir deras sungai besar. Lima menit kemudian Paranormal-Indonesia.com dan rombongan mulai mendaki bukit barisan dengan ketinggian sekitar 750 m dpl.

Setelah cukup jauh kami menyusuri jalan setapak, samar-samar terdengar gemericik air. Semakin lama semakin jelas hingga akhirnya Paranormal-Indonesia.com dan rombongan menemukan sumber suara tersebut. Sebuah aliran sungai kecil yang ditutupi rerimbunan pohon yang belum terjamaah oleh tangan manusia nampak mengalir jernih tenang dan bersahaja.

” Paranormal-Indonesia.com menyandarkan tubuh ke lempengan batu besar menghirup udara segar melepaskan lelah. Kemudian mengambil air wudhu bersama. Aroma mistik nampak terasa sangat kental dari sebelumnya. Rombongan Paranormal-Indonesia.com terpisah menjadi dua. Hal ini disebabkan medan yang ditempuh kali ini lebih rumit dari sebelumnya. Banyak bebatuan besar yang menghalangi pandangan mata dan tak sedikit batang pohon yang tumbang melintasi sungai bahkan jika tak hati-hati bisa saja rombongan terpeleset karena lumut tebal yang menempel di bebatuan ataupun kayu yang telah lapuk menghadang aliran sungai.

Tiba di tempat yang nyaris tak ada sinar matahari tembus karena rimbunnya pepohonan menambah suasana makin mencekam. Di bagian depan nampak tumpukan batang yang tumbang menghalau pandangan mata. Rombongan pertama yang ditemani dua orang petani sudah hilang dari pandangan, bahkan dipanggil pun tak ada yang menyahut. Paranormal-Indonesia.com bersama pak Rozali dan Feriansyah mulai sedikit kebingungan karena kehilangan jejak.

Ternyata Paranormal-Indonesia.com dan rombongan tengah berada di pintu masuk sebuah kerajaan bangsa jin. Getaran gaib terasa begitu kuat. Setelah hampir sepuluh menit berada dalam kawasan tersebut, Misteri menemukan jalan yang harus ditempuh berdasarkan tuntunan yang diperoleh dari komunikasi gaib dengan penghuni ayik Rambutan..

Tujuh menit kemudian Paranormal-Indonesia.com menemukan rombongan yang tengah berada di samping sebuah bangunan dari kayu mirip sebuah rumah tepat di sisi kanan ayik Rambutan. Ternyata mereka sudah menunggu cukup lama. Tanpa basa-basi Paranormal-Indonesia.com dan rombongan langsung masuk ke sebuah bangunan di sebelah pondok tadi dan itulah makam Puyang Rambutan.

Setelah melakukan sholat zhuhur berjamaah, pak Rozali mulai menyiapkan sarana ritual diantaranya menghidupkan api untuk membakar kemenyan. Ki Jagad Mekakau memimpin pembacaan Yaasin dan doa. Selesai doa Paranormal-Indonesia.com mulai mengadakan ritual khusus hingga pada akhirnya kasyaf mata pun terbuka. Sesosok bayangan muncul dengan mengenakan jubah dan sorban putih, itulah Puyang Rambutan. Paranormal-Indonesia.com mengucapkan salam dan disambut dengan iringan senyuman. Sebuah pusaka keramat berbentuk telapak tangan diterima oleh Paranormal-Indonesia.com.

Sampai pada akhirnya tibalah saatnya bagi
Paranormal-Indonesia.com undur diri. Di alam nyata Paranormal-Indonesia.com tengah berada tepat di samping nisan bagian kepala. Saking terharu karena kami disambut baik oleh Puyang Rambutan, Paranormal-Indonesia.comtak terasa meneteskan air mata. Rupanya saat Paranormal-Indonesia.com tengah melakukan komunikasi gaib tadi, beberapa orang rombongan juga merasakan getaran dan aroma mistik bahkan ada yang sempat mendengar suara gaib yang datang.

Sebelum undur diri Paranormal-Indonesia.com dan rombongan mengambil sedikit air bertuah di sebuah mata air tepat di sebelah kanan pintu masuk bangunan makam yang dipercaya dapat digunakan sebagai media pengobatan. Sedangkan di bagian hulu sungai terdapat mata air beraura pengasih yang tidak bisa sembarangan diambil peziarah. Bahkan saat salah seorang dari rombongan berada di hulu sungai untuk mengambil gambar, mendadak kamera tidak dapat berfungsi. Ternyata setelah dideteksi bagian hulu sungai merupakan pemandian putri bangsa Jin. Makam keramat Puyang Rambutan memang menyimpan sejuta misteri yang sulit diungkapkan. ©️ #KyaiPamungkas

Paranormal Terbaik Indonesia

Related posts

Kisah Kyai Pamungkas: Siluman Buaya Putih Penunggu Danau

Kyai Pamungkas

Kisah Kyai Pamungkas: Ortuku Pemuja Pesugihan

Kyai Pamungkas

Kisah Kyai Pamungkas: Kesetiaan Khodam Keris

Kyai Pamungkas
error: Content is protected !!