Cerita

Batu Bertuah: Batu Fosil

Batu adalah benda yang merupakan ciptaan Tuhan yang memiliki jiwa dan bentuk fisik yang beraneka ragam. Dalam dunia spiritual, batu tertentu dipercaya mempunyai kekuatan gaib yang dapat dimanfaatkan.

Batu bertuah mempunyai banyak klasifikasi dilihat dari fungsi, kemmapuan dan asalnya. Dari sekian kekuatan yang tersimpan dalam batu dapat pula diklasifikasikan menurut tingkat kekuatannya.

Batu Fosil

Batu fodil terbentuk dari bekuan kayu atau benda lain yang secara kebetulan terkena mineral yang berada di sekitar benda. Dari mineral yang mengenai benda tersebut maka benda tersebut membatu.

Batu fosil dapat berasal dari kayu, tulang, atau makhluk hidup. Dengan bentuk yang masih dapat dilihat menyerupai benda aslinya maka batu fosil ini kadang dipercaya memiliki kekuatan gaib.

Contoh batu- batu fosil yang dianggap bertuah:

Batu fosil Siput, kerang, dan sejenisnya

Batu ini mempunyai bentuk menyerupai kerang. Contoh seerhana adalah batu yang berbentuk seperti keong. Dalam bahasa Jawa fosil keong (siput) disebut dengan kul buntet.

Masyarakat Jawa memiliki keyakinan bahwa batu fosil yang bersala dari keong memiliki kekuatan gaib. Kekuatan yang dimiliki adalah kekebalan dan menolak kekuatan gaib yang berniat jahat.

Jika semua kul buntet memiliki kekuatan yang sama, maka akan sangat banyak benda bertuah yang memiliki kekuatan terhadap kekebalan. Tentunya tidak demikian, karena tidak semua fosil keong selalu memiliki kekuatan gaib.

Bagaimana dengan siput dari laut?

Siput dari laut diyakini hanya memiliki kekuatan yang kecil jika dibandingkan dengan kekuatan kul buntet. Sedangkan sebutan untuk keong laut dan keong darat memiliki nama yang sama yaitu kul buntet.

Sedangkan kekuatan yang ada dalam kul buntet itu sendiri adalah mampu menahan senjata tajam agar tidak mengenal kita, kebal terhadap pukulan dalam bentuk pukulan apapun.

Kul buntet biasanya memiliki kekuatan yang kasar dan panas. Jika membawanya maka akan selalu mudah terbawa emosi.

Batu fosil kayu

Fosil kayu dapat terdiri dari berbagai macam kayu asalnya. Contoh sederhana adalah kayu- kayuan bertuah yang terpendam, kemudian ada mineral yang membungkusnya. Dari mineral ini maka kayu tidak terjadi pembusukan dan kerapuhan.

Kayu akan menjadi batu, dengan bentuk serat yang masih berbentuk sama dengan aslinya. Kayu yang menjadi fosil ini memiliki kekuatan yang sama dengan kayu asalnya. Biasanya fosil dari kayu akan mempunyai serat yang lebih jika dibandingkan dengan batu umumnya.

Fungsi dari fosil kayu adalah tergantung dari jenis apa kayu yang telah menjadi fosil tersebut.

Batu fosil berbentuk hewan

Kayu atau gundukan tanah yang trekena mineral akan membentuk batu yang kemudian batu tersebut mempunyai pola yang bermacam- macam. Pola yang ditampilkan kadang mempunyai bentuk mirip dengan hewan atau bentuk yang lainnya.

Bentuk yang biasa dibentuk oleh fosil ini biasanya berbentuk hewan berupa harimau, kalajengking, atau kerbau. Tetapi masih banyak pola yang terbentuk dari batu fosil ini dan benda yang menjadi fosil dapat bermacam- macam pula.

Dalam masyarakat spiritual dipercaya bahwa batu fosil yang berbentuk hewan adalah lambang dari isi atau tuah yang terdapat dalam dalam benda tersebut. Misalkan hewan membentuk pola harimau, maka dipercaya di dalam batu tersebut dijaga oleh harimau dan dapat digunakan sebagai penjaga rumah atau sejenisnya.

Ada kalanya bentuk fosil berupa hewan yang tertangkap di dalam kaca. Ini biasa terjadi karena hewan tersebut adalah hewan yang hidiupnya tinggal dibawah permukaan tanah. Di dalam lubang rumahnya, ia terperangkap oleh mineral yang kemudian membungkusnya menjadi bagian dari bekuan mineral.

Fosil ini biasa mempunyai bentuk bulat atau lempeng polos tetapi terdapat hewan yang terperangkap di dalamnya dipercaya memiliki kemampuan spiritual. Hewan yang biasa terperangkap adalah kalajengking, atau lipan dan sejenisnya.

Sebagian spiritualis memercayai bahwa di dalam batu yang terdapat hewan berbisa, maka dapat dipastikan bahwa batu tersebut mempunyai tuah. Dan tuah yang akan ditentukan dalam pendeteksian tuah yang dilakukan pada masalah tertentu.

Batu fosil dari tulang

Fosil dari tulang pada umumnya berbentuk seperti fosil pada umumnya, yaitu berbentuk batu. Yang dapat membedakan mana fosil dari tulang adalah serat yang ada dan bentuk yang ada. Serat tulang biasanya mempunyai arah yang lurus sejajar memanjang searah tulang. Dan bentuknya tidak jauh berbeda dengan tulang hewan atau manusia pada umumnya.

Fosil dari tulang menjadi benda purbakala yang dilindungi secara tidak langsung oleh hukum. Keberadaan fosil pada umumnya jarang bisa ditemukan. Karena biasanya hewan yang mati selalu dimakan bangkainya oleh hewan lainnya hingga tulang belulangnya.

Tulang hewan yang biasa menjadi fosil adalah hewan yang mempunyai bisa yang sangat berbahaya, hingga hewan lain akan mati bila memakan atau mendekati bangkainya. Contoh hewan yang mempunyai racun yang paling kuat hingga ada pada tulangnya adalah kijang wulung. Kijang ini mempunyai racun setelah menjadi bangkai. Kekuatan racun menjaga bangkainya hingga jika ada hewan mendekati bangkainya akan mati seketika. Kijang ini jika mati, maka dalam radius sepuluh meter, tidak ada tanaman yang dapat tumbuh di atas tanahnya. Sedang keberadaan kijang itu sendiri bisa dikatakan punah. Jika ada, hanya beberapa saja yang masih hidup.

Contoh lainnya adalah katak (kodok kerok = Jawa).

Bila hewan berbisa membusuk dan terkena mineral, maka akan berbentuk fosil yang masih berbahaya pula.

Tuah yang terdapat dalam tulang ini adalah segala hal yang berhubungan dengan racun yang tidak memiliki penawar. Pada jaman dahulu biasanya digunakan sebagai racun pada senjata perang.

Batu fosil dari buah atau biji tumbuhan

Fosil yang biasa ditemukan antara lain adalah buah jagung, biji kacang, atau palawija lainnya. Hal ini wajar karena dari jaman dahulu masyarakat Indonesia terkenal dengan bangsa yang mayoritas penduduknya bercocok tanam.

Fosil biasanya masih berbentuk utuh dan fosil mempunyai bentuk seperti batu kapur. Hal ini terjadi karena buah atau biji pada umumnya mempunyai sifat yang lunak.

Tuah yang berasal dari fosil jenis ini biasanya adalah sebagai tumbal untuk tanaman palawija.

Batu fosil lainnya

Batu fosil dapat terjadi dari berbagai benda bisa benda berbentuk padat dan cairan. Ada fosil yang terbentuk dari cairan. Contoh sederhana adalah batu fosil mani gajah. Fosil ini biasanya berbentuk bulatan kecil dan sangat sesuai jika digunakan sebagai mata cincin. Besar dari fosil mani gajah yang biasa ditemukan adalah sebesar biji jagung.

Cairan ini berasal dari air mani hewan yang terjatuh saat melakukan perkawinan. Mani jatuh ke tanah kemudian meresap dan di dalam tanah terbungkus oleh mineral yang akan menjadikannya fosil.

Setelah beberapa ratus tahun maka air mani hewan itu menjadi fosil dan membatu. Biasanya bentuk fosil dari cairan mempunyai bentuk yang paling kasar, tetapi adakalanya fosil tersebut berbentuk bulatan dan sangat halus.

Tuah yang ada dalam fosil jenis ini biasanya sama dengan tuah cairan sebelum terbentuk menjadi fosil.

Related posts

Pakar Susuk Terbaik di Indonesia

Paranormal Indonesia

Ilmu Pengasih As Sajdah, Silahkan Diamalkan

Paranormal Indonesia

Ilmu Pelet Semar Mesem, Silahkan Diamalkan

Paranormal Indonesia
Telepon
Whatsapp