Mantra adalah kata, frasa atau kalimat yang di ucapkan baik secara lisan, di ucapkan dalam hati, diucapkan dengan pelan, diucapkan dengan keras, diucapkan dengan nyanyian, maupun di ulang-ulang yang diyakini oleh pembaca mantra sebagai sarana komunikasi dengan kekuatan yang lebih tinggi (Tuhan, malaikat, dll) dan diyakini akan merubah realitas pembaca mantra sesuai dengan tujuan yang ada di dalam mantra.

Dalam praktik di lapangan mantra ada aliran yang menyamakan mantra dengan doa, namun juga ada aliran yang meyakini bahwa mantra tidak sama dengan doa, dia mempunyai kekuatan khusus tersendiri.
Dalam praktik lebih luas mantra tidak hanya dilafalkan dalam katakata namun bisa dipindahkan dalam bentuk benda, gambar, tarian, gerak, maupun dalam ritual atau upacara-upacara tertentu.
Mantra bisa berasal dari kitab suci maupun bisa berasal dari resi atau pandita pada jaman dahulu, dimana mereka bisa membuat kata-kata atau nyanyian yang mampu menggetarkan hati seseorang hingga ke relung yang terdalam, dalam praktik sebelum merapalkan mantra biasanya akan diprasaratkan tirakat atau prasyarat tertentu sesuai dengan jenis mantra yang digunakan.
Dalam sisi psikilogis mantra akan mirip dengan self hipnosis, walaupun jika dilihat dari sudut pandang spiritual itu berbeda. Proses psikologis yang terjadi ketika seseorang membaca mantra adalah orang tersebut akan masuk ke kondisi trance/khusuk untuk kemudian orang tersebut akan terbawa hanyut oleh mantra yang di rapal dan untuk kemudian orang tersebut akan mengidentikan dirinya dengan mantra tersebut, misalnya mantra yang berbunyi: Dedegku Nabi Adam kalu, Rupaku Nabi Yusuf kaula… maka secara tidak langsung perapal mantra akan mengidentikan dirinya dengan sosok suci tersebut sehingga vibrasi sosok suci tersebut akan terinternalisasi dengan perapal mantra.
Dalama merapal mantra seseorang akan di persyaratkan dengan tirakat atau prasarat tertentu hal ini akan mendorong orang tersebut secara psikologis makin yakin, makin percaya dengan apa yang akan di rapalkan, semakin sulit prasyarat pikiran bawah sadar akan semakin meyakini keampuhan dari mantra tersebut.

Dapat disimpulan ketika seseorang membaca mantra maka dia akan masuk ke kondisi trance, kemudian melakukan modeling kesosok tertentu sesuai dengan mantra yang dibaca, selanjutnya akan terjadi internalisasi kedalam diri pembaca mantera vibrasi dari sosok yang di internalisasi tersebut. Makin tinggi kekuatan sosok tersebut maka mantra akan semakin kuat dan proses internasisasil akan semakin dalam.
Porses internasilasi ini akan terkait dengan jagad alit dan jagad ageng, ketika di dalam pikiran perapal mantra mengiternalisasi sosok atau keilmuan tertentu maka akan berpengaruh juga ke jagad ageng sehingga terjadi sinkronisasi antara jagad ageng dan jagad alit, di sinilah proses perpindahan keilmuan mantra dari memori alam semesta (akasha) akan berpindah ke dalam diri manusia yang merapal mantra tersebut. ©️KyaiPamungkas.
TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?
Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.
PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001
PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098
