Kisah Kyai Pamungkas

Kisah Kyai Pamungkas: PEKATNYA MISTIK HUTAN TUA

Kisah Kyai Pamungkas:
PEKATNYA MISTIK HUTAN TUA

Bermula ketika Paranormal-Indonesia.com membaca beberapa naskah kuno. Di naskah itu tampak dengan jelas, kata hutan tua begitu sering diungkapkan. Kebetulan, di tengah-tengah masyarakat penghayat ada pendapat yang menyatakan, hutan tua adalah kota Jakarta sekarang. Tetapi pendapat itu banyak pula yang menyangkalnya. Bahkan sebagian dari mereka berpendapat, Jakarta adalah bagian dari hutan tua itu. Silang pendapat dan keberadaan Hutan Tua telah membuat Paranormal-Indonesia.com menjadi amat penasaran. Tak perlu menunggu terlalu lama. Bak gayung bersambut, malam Jum’at Kliwon di bulan Februari yang baru lalu, salah seorang sahabat yang mukim di bilangan Bojong Gede datang dan bercerita tentang nama aneh yang ada di dekat pemukimannya. Hutan Tua. Tanpa banyak tanya, Paranormal-Indonesia.com pun langsung menggali keterangan darinya.

Areal yang terletak di belakang perumahan BTN, Bojonggede, sebenarnya tidak seberapa luas. Di situ hanya ada bangunan kecil yang sudah tua dan lapuk, serta beberapa batang pohon yang usianya diyakini sudah mencapai puluhan bahkan ratusan tahun. Walau begitu, aura mistik yang memagarnya terasa begitu pekat. Betapa tidak, Paranormal-Indonesia.com merasakan sengatan aura ini sejak mulai masuk kawasan Parung. Entah kenapa, mendadak, kendaraan yang Paranormal-Indonesia.com tumpangi terasa berat. Dan setelah uluk salam, barulah semuanya kembali seperti semula. Kendaraan pun dapat berjalan dengan normal kembali.

Dari hasil terawangan yang dilakukan oleh Misteri, hal yang serupa juga akan terasakan oleh setiap peziarah sejak mulai menapaki daerah Kelapa Dua. Hal ini terjadi jika mereka datang dari arah Depok. Sedang bila peziarah datang dari kota hujan Bogor, maka sengatannya mulai dapat dirasakan sejak mulai dari Baranangsiang dan Dermaga. Inilah salah satu dari sekian banyak kewingitan Hutan Tua.

Dan keanehan pun kembali terjadi. Begitu kendaraan mulai memasuki kawasan Tonjong, entah dari mana mendadak di depan tampak seekor burung kenari berwarna keemasan melayang dengan lincahnya. Paranormal-Indonesia.com tergagap, Seiring dengan tercium bau wangi yang khas, Paranormal-Indonesia.com pun mathum. Ternyata, sesepuh Hutan Tua, telah mengirim utusannya untuk memandu. Sambil menggumamkan ucapan terima kasih, Paranormal-Indonesia.com mengikuti burung itu.

Dan tak sampai sepeminum teh, kini, di depan Paranormal-Indonesia.com tampak sebuah bangunan tua yang mulai lapuk di areal yang tak seberapa luas. Sambil memperdengarkan suaranya yang khas, burung kenari itu pun langsung terbang meninggi dan hinggap di puncak pepohonan. Kemudian hilang entah kemana.

“Alhamdulillah ..,” hanya kata itu yang ke luar dari mulut Paranormal-Indonesia.com sambil berjalan menuju ke bangunan tua.

Deru mesin kendaraan agaknya membuat sang juru kunci, ibu Rano, 51, keluar dari bangunan dan menyapa Paranormal-Indonesia.com dengan akrab. Setelah sejenak berbasa-basi, wanita paruh baya ini mempersilahkan Paranormal-Indonesia.com untuk masuk ke dalam ruangan di mana terdapat gundukan tanah yang bentuknya mirip dengan makam. Walau waktu telah menunjukkan pukul 10.30 WIB, tetapi udara di ruangan itu terasa lembab bercampur dengan aura mistik yang kian lama kian bertambah pekat.

Tak perlu menunggu berlama-lama, Paranormal-Indonesia.com langsung duduk bersimpuh sambi membakar Buhur Sulaiman di depan seonggok tanah yang dibentuk seperti makam. Lantunan keinginan untuk bertemu dengan pemilik dan penunggu gaib tempat itu tampaknya dikabulkan. Dan seiring dengan menipisnya kemelun kabut dupa, kini, di depan tampak sesosok tubuh renta yang tersaput kemilau cahaya keputihan. “Terima kasih telah datang kesini. Dan di dalam sejarah manusia, tempat ini biasa disebut sebagai tanah putih. Tanah yang pernah diduduki atau tempat berkumpul para sepuh jagat raya, raja-raja besar dan waliyullah,” demikian papar sosok yang mengaku bernama Sang Hyang Batara.

“Dan karena dari dulu sampai sekarang tempat ini selalu dipakai untuk berkumpul, maka, jangan heran jika ada juga yang menyebut Hutan Tua ini sebagai kabuyutan,” imbuh sosok dengan rambut digelung dan mengenakan jubah dan destar serba putih, serta memegang tongkat berkepala harimau berwarna kuning keemasan.

Menurut keyakinan para penghayat Buhun atau tutur yang berkembang di tatar Pasundan atau Nusa Jawa pada umumnya, konon, siapa pun yang berhasil menerima amanah dan dibuktikan dengan menerima tongkat serta jubah yang dikenakan oleh Sang Hyang Batara, maka, dia akan menjadi pemimpin spiritual jagat raya yang dihormati dan disegani oleh kawan maupun lawan-lawannya. Bahkan ada pula pendapat yang menyatakan, barang siapa yang menerima kedua pusaka itu, maka, dirinya akan menjadi pemimpin negara dan berhak menyandang gelar Raja Agung Binatara. Atau Raja yang tak akan tergoyahkan sampai akhir hayatnya.

Tak cuma itu, Ki Mustafa yang merupakan salah satu pengawal gaib Sang Hyang Batara dan duduk dekat Paranormal-Indonesia.com sempat berbisik, “Siapapun yang memuliakan tempat ini, maka, dirinya akan bisa menjadi pendamping dari raja yang tadi dimaksudkan uyut.”

“Memuliakan?” Desis Paranormal-Indonesia.com

“Ya … buatlah tempat ini menjadi layak. Sehingga pantas dilihat dan dipakai Oleh para sepuh untuk berkumpul. Dengan begitu, dia berhak mendapat karunia karena telah memuliakan tempat ini,” jawabnya sambil berbisik.

“Ingat, yang sekarang sedang dijalani di dunia adalah lakon cucu mencari uyutnya. Nah … dengan membangun tempat ini, berarti, si cucu tahu akan keberadaan kakek atau buyutnya. Maka tak dapat disalahkan jika akhirnya si kakek memberikan karunia atas pengertian dan bakti yang diberikan oleh cucunya itu,” tambahnya menerangkan.

 

Dialog singkat ini kelihatannya disimak oleh Sang Hyang Batara. Buktinya, beliau tersenyum dan mengangguk tanda setuju kepada Paranormal-Indonesia.com.

“Tetapi, kenapa tempat ini seolah jarang dibicarakan?”

“Pamali,” jawab Sang Hyang Batara singkat.

“Ini sengaja uyut lakukan agar tanah putih ini tidak terkotori oleh nafsu duniawi. Makanya, hanya yang terpilih yang bisa menginjakkan kaki di tempat ini,” sambungnya.

Sungguh layak Uyut Sang Hyang Batara menyandang gelar tersebut, karena, tanpa harus bertanya, kembali ia menambahkan, “Di tempat inilah mula pertama uyut menyebarkan agama dan menurunkan sahadat Panatagama. Itulah sebabnya, para buyut penguasa jagat raya, raja-raja besar dan para waliyullah, selalu datang ke Hutan Tua untuk bersilaturahmi dan memecahkan berbagai persoalan yang tengah dihadapi atau menimpa anak cucunya.”

Dan ketika Paranormal-Indonesia.com menanyakan bagaimana situasi Indonesia menjelang dan paska Pemilihan Umum, dengan senyum Sang Hyang Batara berkomentar, “Tak baik membuka rahasia Allah. Pamali. Tapi, jika yang memimpin memperhatikan yang dipimpin, dan yang dipimpin sadar akan kesulitan yang memimpin, maka, insya Allah semuanya akan berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan.”

“Mungkinkah hal itu bisa terjadi. Bukankah antara satu dan yang lain punya keinginan berbeda-beda?” Desak Paranormal-Indonesia.com penasaran.

“Makanya, si pemimpin harus bisa memberi contoh hidup yang baik dan benar sesuai dengan tuntunan agama. Dengan begitu, yang dipimpin pasti akan mengikuti teladannya,” jawabnya sambil tersenyum.

“Silahkan memakai contoh cara kepemimpinan Rasulullah atau rajaraja besar dengan asta bratanya,” tambahnya lagi.

Sang Hyang Batara kembali menjelaskan, jika kita mau memperhatikan dengan teliti, maka, selama ini manusia sejati, asli dan bukti hidup dengan segala ke-papa-an. Sementara jin, setan dan binatang yang selalu berbuat semena-mena terhadap sesama hidup berlimpah ruah. Menurutnya, tak lama lagi, keadaan ini akan segera berubah. Hukum telah jatuh dan tak bisa ditawar-tawar lagi!

“Jadi jangan salahkan, kelihatannya, alam telah memakai kembali hukum Adam,” katanya tegas.

“Maksudnya?” Tanya Paranormal-Indonesia.com.

“Perhatikan, hukum itu sudah tampak dengan jelas dan bisa terasakan. Apakah itu berbentuk bencana alam, penyakit menular atau pertumpahan darah antar sesama. Ingat dan camkan baik-baik, sekarang adalah tahun terakhir penyaringan. Sebab pada saatnya, hanya manusia (bukan wong atau jalma, istilah dalam ilmu kemanusiaan-red) saja yang punya hak hidup,” sambungnya.

Kalimat ini membuat Paranormal-Indonesia.com langsung tercenung. Angan pun menerawang jauh ke jangka Jayabaya yang mengungkapkan, Wong Jowo kari separo, Wong Cina kari sejodo.

Dan andai-andai Paranormal-Indonesia.com pun langsung mendapatkan jawaban. “Kuncinya, dekatkanlah diri kepada Allah dan kasihilah sesama dengan tulus. Jika darma itu dijalankan dengan tulus, Insya Allah, kita akan selamat. Nah … uyut rasa sudah cukup, sekarang uyut harus berangkat ke Demak. Ingat-ingat segala pesan uyut dan semoga semua selamat sejahtera lahir batin,” lanjutnya.

Paranormal-Indonesia.com langsung tersadar. Kontemplasi yang baru saja berlangsung benar-benar menguras energi. Badan terasa lemas, lunglai dan tak bertenaga. Tetapi, jiwa terasa puas karena Sang Hyang Batara telah bersedia menerima Paranormal-Indonesia.com bahkan memberikan izin menulis tempat persinggahannya. Dengan catatan, tidak ditambah atau dikurangi. ©️ #KyaiPamungkas

Paranormal Terbaik Indonesia

Related posts

Kisah Kyai Pamungkas: Brerong Si Tuyul Bali

Kyai Pamungkas

Kisah Kyai Pamungkas: Pemandian Jodoh & Kekayaan

Kyai Pamungkas

Kisah Kyai Pamungkas: VILLA ANGKER BALI

Kyai Pamungkas
error: Content is protected !!