Kisah Mistis

Panggonan Wingit: PENJAGA GAIB GUNUNG GEDE

Panggonan Wingit: PENJAGA GAIB GUNUNG GEDE

Di sebelah selatan alun-alun terdapat mata air yang tidak pernah kering. Bentuknya berupa kubangan berair bening dan tidak dalam. Dulunya mata air tersebut bekas kolam untuk mandi dan cadangan air minum.

 

Bagi peziarah yang meyakininya, untuk mengharapkan karomah Eyang Haji, akan melakukan berendam di tengah kubangan pada tengah malam. Pada saat-saat turunnya kabut tebal dan rasa dingin dengan kondisi suhu 5-10 derajat celcius, bahkan kadang sampai di bawah nol.

 

Menurut cerita Nenek Komeng, orang tua yang tahu banyak rahasia gaib Gunung Gede, pada malam-malam tertentu, Eyang Haji kerap berkuda di sekitar alun-alun diiringi para punggawanya. Bukti dari cerita ini, secara kebetulan didengar oleh pendaki mahasiswa ISTN dari Jakarta Selatan, ketika mereka kemping di tepian alun-alun.

 

Ketika itu tidur mereka dikejutkan dengan terdengarnya suara hentakan kaki-kakikuda yang sedang berlarian. Tapi mereka tidak punya keberanian untuk melongok, apalagi keluar dari dalam tenda.

 

Padahal, masih menurut cerita Nenek Komeng, sebetulnya di saat itu anak-anak tadi keluar tenda dari memohon sesuatu kepada Eyang Haji, maka akan kabul.

 

Baik di kawasan puncak maupun di kaki Gunung Gede, banyak terdapat lokasi petilasan Pangeran Suryakencana dan Prabu Siliwangi yang diyakini oleh para peziarah sebagai kawasan sakral.

 

Seperti di kawasan kawah yang terdiri dari Kawah Ratu, Kawah Lanang dan Kawah Wadan yang dijaga oleh Mbah Kalijaga. Sementara Mbah Serah adalah penjaga Lawang Seketeng (pintu gerbang) yang berbentuk dua buah batu besar. Lokasinya berada di Batu Kukus, sebelum lokasi air terjun panas yang menuju ke arah puncak.

 

Eyang Jayakusuma adalah penjaga Gunung Sela yang berada di sebelah utara puncak Gunung Gede. Sedangkan Eyang Jayarahmatan dan Mbah Kadok menjaga dua buah batu raksasa yang berdiri kokoh di areal parkir memperluas tempat parkir kendaraan di lokasi wisata Kebun Raya Cibodas.

 

Batu tersebut pernah akan dihancurkan untuk memperluas tempat parkir dengan bor mesin, tetapi tidak berhasil karena sang penjaga tidak mengijinkannya. Beberapa lubang yang masih dapat dilihat sekarang di atas permukaan batu tersebut, sebagai bukti mata bor yang gagal untuk menghancurkannya.

 

Di dalam areal Kebun Raya Cibobas, ada makam Eyang Haji Mintarasa yang juga sering diziarahi. Sekitar lereng Air Terjun Cibeureum, dikatakan oleh Nenek Komeng sebagai tempat penyimpanan harta karun Pangeran Suryakencana dan dijaga oleh Mbah Dalem Cikundul.

 

Bila kita memperhatikan aliaran air terjun secara konsentrasi, maka lama kelamaan akan terlihat samar-samar seperti orang sedang bersila dan rambutnya bagian atas digelung. Lokasi inipun sering didatangi peziarah pada malam-malam tertentu. Wallahu a’lam bissawab. ©️KyaiPamungkas.

Gray Box Text
Paranormal Terbaik Indonesia

TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?


Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.

PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001

PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098

Related posts

Panggonan Wingit: SUNGAI ANEH DI DASAR LAUT

Kyai Pamungkas

Kisah Kyai Pamungkas: ISTRIKU SILUMAN ULAR

Kyai Pamungkas

Panggonan Wingit: MISTIS GOA TERAWANG, BLORA

Kyai Pamungkas
error: Content is protected !!