SERING SEKS MENYEHATKAN ATAU MENGGANGGU KESEHATAN?
Rubrik konsultasi problem asmara, rumah tangga, kesehatan fisik & mental diasuh oleh Kyai Pamungkas dan Aby Marnos dari Peguron Sapujagad.
PERTANYAAN PEMBACA
Saya ingin bertanya, apakah terlalu sering bercinta dengan istri dapat menyebabkan tulang punggung keropos, menurunnya daya konsentrasi, dan membuat tubuh mudah lelah atau mudah pikun?
Terima kasih atas jawabannya.
AMIRUDDIN, SUATU TEMPAT
JAWABAN KONSULTASI
Aktivitas seksual yang dilakukan dalam frekuensi wajar justru lebih banyak memberi manfaat bagi kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan kualitas hubungan suami istri. Secara fisik, hubungan intim melibatkan otot perut, punggung, pinggul, paha, lengan, dasar panggul, hingga jantung sehingga dapat menjadi bentuk olahraga ringan yang menyehatkan.
Pada aktivitas seksual yang nyaman, tubuh melepaskan hormon endorfin dan oksitosin yang membantu rasa rileks, tidur lebih nyenyak, suasana hati lebih baik, dan membantu konsentrasi keesokan harinya. Karena itu, anggapan bahwa seks wajar membuat cepat pikun atau otomatis menurunkan konsentrasi tidak tepat.
Hubungan suami istri yang harmonis juga meningkatkan kualitas psikologis pasangan karena rasa diterima, dicintai, dan dibutuhkan akan memperkuat ketahanan mental serta kebugaran tubuh secara umum.
Yang perlu diwaspadai adalah bila aktivitas dilakukan berlebihan hingga tubuh kurang istirahat, dilakukan dengan gerakan yang salah, atau dipaksakan saat kondisi fisik sedang tidak fit. Dalam situasi seperti ini, keluhan seperti nyeri punggung, kelelahan, otot tegang, atau konsentrasi menurun memang bisa muncul, tetapi penyebabnya adalah kelelahan fisik, bukan karena seks itu sendiri.
Pada orang dengan masalah jantung berat, infeksi menular seksual, atau gangguan tulang belakang, aktivitas seksual juga perlu disesuaikan agar tidak memperburuk kondisi yang sudah ada. Jadi faktor utamanya adalah kondisi tubuh, teknik, dan frekuensi yang proporsional.
Tidak ada bukti medis bahwa hubungan intim yang wajar menyebabkan tulang punggung menjadi keropos. Osteoporosis lebih terkait usia, hormon, kurang kalsium, kurang vitamin D, kurang aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok.
SARAN FREKUENSI SEHAT
Patokan terbaik bukan jumlah, tetapi apakah tubuh tetap segar, tidur cukup, tidak nyeri, tidak mengganggu pekerjaan, dan hubungan pasangan tetap harmonis. Selama tubuh terasa sehat dan tidak muncul keluhan fisik, frekuensi tersebut masih termasuk wajar.
Jaga posisi yang nyaman, lakukan pemanasan tubuh ringan bila perlu, cukup minum, dan hindari memaksakan tubuh saat lelah berat.
FAQ SEO LENGKAP
Apakah sering berhubungan intim bikin tulang keropos?
Tidak. Tulang keropos lebih terkait usia, hormon, nutrisi, dan aktivitas fisik, bukan frekuensi seks yang wajar.
Apakah seks terlalu sering bikin mudah pikun?
Tidak ada bukti medis demikian. Yang bisa menurunkan fokus adalah kurang tidur dan kelelahan.
Bagaimana tanda frekuensi seks masih sehat?
Tubuh tetap segar, tidak nyeri, tidur cukup, dan tidak mengganggu aktivitas harian.
KESIMPULAN
Hubungan intim yang dilakukan secara wajar justru menyehatkan tubuh dan pikiran. Yang menjadi masalah bukan aktivitas seksualnya, melainkan jika dilakukan berlebihan, teknik kurang tepat, atau saat tubuh tidak siap. Selama tubuh tetap bugar dan hubungan pasangan harmonis, frekuensinya masih tergolong sehat.
TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?
Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.
PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001
PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098
