Pelet Segoro Bayu merupakan keilmuan spiritual yang berasal dari tradisi pesisir selatan Nusantara, identik dengan simbol samudra, angin, dan kekuatan batin alam. Keilmuan ini dikenal sebagai laku batin yang menekankan pengendalian diri, kesucian niat, dan keselarasan dengan kehendak Ilahi.
Segoro Bayu dimaknai sebagai simbol energi kehidupan dari samudra dan hembusan angin. Keilmuan ini bukan alat dominasi, melainkan laku batin untuk pembersihan niat dan penyelarasan spiritual.
- Ngebleng tujuh hari tujuh malam dimulai pada hari kelahiran pelaku.
- Selama ngebleng wajib membakar kemenyan madu.
- Menghadap ke arah selatan.
- Membaca mantra 13 kali sambil membayangkan wajah orang yang dimaksud.
Keilmuan ini dijalankan dengan adab, niat baik, dan tanggung jawab spiritual, sebagai laku pengendalian diri dan penyelarasan batin dengan kehendak Allah SWT.
Pembahasan ini disajikan sebagai edukasi keilmuan Jawa Islami yang diijazahkan secara terbuka oleh Kyai Pamungkas dan Aby Marnos dari Peguron Sapujagad, dengan penekanan pada tujuan baik, bertanggung jawab, dan penambah wawasan publik.
Apakah Pelet Segoro Bayu bersifat pemaksaan kehendak?
Tidak, ini adalah laku batin dan etika spiritual.
Apakah aman diamalkan?
Aman jika dijalankan dengan adab dan tanggung jawab spiritual.
Keilmuan Pelet Segoro Bayu adalah jalan laku batin, bukan jalan pemaksaan, yang berlandaskan adab, niat suci, dan ketundukan kepada kehendak Allah SWT.
TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?
Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.
PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001
PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098
