Cerita Featured Kisah Kyai Pamungkas Uncategorised Uncategorized

Panggonan Wingit: PENEMUAN PUING CANDI DI RANCAEKEK, BANDUNG

Panggonan Wingit: PENEMUAN PUING CANDI DI RANCAEKEK, BANDUNG

Berita penemuan candi kuno ini tidak membuat terkejut warga desa setempat. Mereka telah lama tahu di tempat itu memang terdapat bangunan purbakala. Mereka juga tahu tanah itu sangat angker…

 

Berita heboh ditemukannya susunan bebatuan pada kedalaman tanah berhembus dari Rancaekek, Bandung, Jawa Barat, pertengahan Agustus lalu. Temuan yang diduga sebagai situs yang diperkirakan sisa kebudayaan tatar Sunda dari masa lalu ini tak ayal telah menarik perhatian besar dari berbagai kalangan. Hampir setiap hari banyak orang yang datang mengunjungi lokasi yang hanya beberapa ratus meter dari jalan raya tersebut.

 

Berbagai tanggapan positif, baik dari pemerintahan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, maupun para arkeolog pun segera merebak. Sinyalemen-sinyalemen mendalam yang dilontarkan para ahli banyak yang memperkirakan, bahwa temuan Candi yang baru pada titik awal ini merupakan sebuah sumbangan mata rantai yang lebih lanjutnya diharapkan dapat menguak tali sejarah kebudayaan di tanah Sunda, yang sekian ratus tahun terputus.

 

“Semoga hal ini memang ada kaitannya dengan sisa kebudayaan Kerajaan Tarumanegara, yang berarti bisa pula menjelaskan tentang kemungkinan pusat-pusat kebudayaan di tanah Sunda ini,” cetus salah seorang sejarawan.

 

Sas-sus yang sempat terendus dari pengakuan supir angkot dan beberapa penumpang yang mengantarkan Misteri ke lokasi, tiga hari setelah berita ditemukannya candi itu terdengar, bahwa konon sejak dahulu kawasan itu telah dikenal sebagai kawasan yang cukup angker, sehingga nyaris jarang terlalui oleh orang. Bahkan, dahulunya konon di lokasi itu ada sebuah kuburan tua yang tidak boleh dibongkar oleh pemilik pabrik, karena orang yang dikuburkan memiliki kesaktian.

 

“Memang benar, sejak dahulu kawasan ini telah dikenal segenap warga di sini sebagai tempat yang sangat angker,” cetus Eyang Hajah Aisyah, 80 tahun, seorang penduduk paling tua yang mukim di sana.

 

Pengakuan nenek tua yang oleh warga setempat lazim dipanggil dengan sebutan Eyang tersebut, secara sepakat ternyata diakui pula kebenarannya oleh sejumlah warga lainnya yang sempat dihubungi penulis. Mereka umumnya memang tidak membantah bahwa lokasi ditemukannya candi itu sebagai tempat yang masih sangat angker.

 

Ahmad, 48 tahun, salah seorang warga yang mengaku secara tidak sengaja menemukan susunan bebatuan yang belakangan diperkirakan sebagai candi, saat dengan beberapa orang tetangganya melakukan penggalian pada gundukan tanah yang di tengahnya ditumbuhi pohon besar tersebut, secara jujur dan terus terang mengakui dan sekaligus membenarkan kalau kawasan itu merupakan tempat yang angker. Namun, seperti diakuinya, anehnya ia sendiri, malah seakan selalu merasa betah untuk bermain dan duduk di tempat itu semenjak kecil. “Entahlah, saya malah merasakan senang duduk-duduk di sini!” akunya.

 

Ketika ditanyai tentang pengalaman-pengalaman aneh yang sempat ia temukan, Ahmad menceritakan kisahnya yang terjadi di suatu siang. Saat itu ia tengah membantu mencangkul kebun seorang pemilik tanah. Ia sempat beristirahat di bawah pohon rindang yang kini telah ia tebang, menyusul ditemukannya candi tersebut. Namun belum juga beberapa lama beristirahat, sekitar sepuluh meteran dari arah barat tempat tersebut, tiba-tiba terdengar suara-suara aneh dan gaduh, mirip dengan suara orang-orang yang keras mengobrol serta benda-benda yang dipukul-pukul. Setelah lama diperhatikan, ia meyakini suara gaduh tersebut bersumber dari balik tanah.

 

Konon, telah banyak pula orang yang menemui pengalaman seperti dirasakan Ahmad ini. Keanehan lainnya yang sempat dialami Ahmad, ialah tatkala suatu hari ia tengah duduk-duduk di tempat itu, dari titik yang biasanya ia mendengar suara-suara gaduh itu, saat itu dengan secara tidak diketahui asalnya, tiba-tiba di depan pandangan matanya sendiri ia sering melihat tumbuhnya pohon cabe dengan buahnya yang lebat. “Namun, selama itu saya tidak punya keinginan memetiknya sedikitpun, karena perasaan saya waktu itu selalu mengatakan, bahwa itu pasti punya orang!” akunya seraya menambahkan, bahwa menurut orang tua, seandainya cabe itu ia petik pastilah akan membawa keberuntungan.

 

Sebagaimana diakui sejumlah penduduk lainnya, bahwa mereka pada umumnya tidak merasa kaget, jika kini santer diberitakan bahwa di kawasan perkampungan yang berada pada kawasan RW.O2 Bojongmenje, Desa Cangkuang, Kec. Rancaekek, Bandung, itu ditemukan jejak-jejak bebatuan yang diperkirakan sebagai sebuah rangkaian situs candi dari sisa kerajaan Hindu di tanah Sunda. Baik Eyang Aisyah, Ahmad, Amin, Tatang dan Zulkarnaen Sidik yang merupakan warga serta pemilik tanah warisan setempat, mengakui bahwa cerita adanya jejak candi di perkampungan itu sejak lama telah mereka dengar dari penuturan orang tua pendahulu mereka. Bahkan, seperti yang dituturkan Zulkarnaen Sidik, salah seorang ahli waris lokasi tanah yang kini terdapat jejak candi yang baru beberapa meter tergali itu, ceritaadanya candi di lokasi tanah yang menjadi milik keluarganya itu telah seringkali ia dengar dari ibunya.

 

“Jauh sebelum tanah ini dipergunakan untuk penguburan kakek buyut Ahmad, saksi kami, cerita adanya candi di sini telah saya dengar!” akunya. Karena itu Zulkarnaen mengaku tidak kaget sedikitpun ketika mendengar di tanah warisannya ditemukan candi. Menurutnya, dahulu sebelum tahun 60-an, persis di atas tanah yang kini tergali tersebut, ia sering mendengar baik dari ibunya maupun orang-orang tua di sana, bahwa di atas tanah itu dahulu sempat diceritakan adanya sebuah arca batu yang beratnya sekitar 30 kilogram, tergeletak begitu saja. Wujud arca itu menyerupai seorang ibu yang tengah memangku bayi, sehingga kala itupun warga setempat menjulukinya dengan sebutan “Candi Orok.”

 

“Karena uniknya bentuk batu tersebut, oleh anak-anak yang suka bermain pada saat itu, arca tersebut malah sering mereka main-mainkan. Dengan cara dilempar-lempar ke sana kemari. Malahan sempat pula mereka lemparkan ke dalam sungai yang jaraknya tidak jauh dari sana. Namun, anehnya setiap arca tersebut dilempar ke sungai, keesokan harinya malah arca tersebut telah tergeletak kembali di tempatnya semula,” tutur Zulkarnaen. Namun, entah kapan dan bagaimana ceritanya, arca tersebut akhirnya hilang.

 

Penulis pun mencatat, hingga kini pun masih sering didengar adanya cerita-cerita miring yang mengisyaratkan bahwa di sekitar lokasi itu terkadang beberapa orang sempat mengakui sering melihat seperti adanya seorang wanita yang tengah menggendong bayi dalam bayangan yang samar-samar. Makanya, penduduk di desa inipun terkadang suka ada yang mewanti-wanti anaknya untuk tidak bermain di lokasi tempat penemuan candi dengan pesan, “Awas ada Candi Orok!”

 

Di lokasi juga ditemukan bentuk arca lain yang keadaannya tergeletak begitu saja. Namun yang ini bentuknya lebih menyerupai guci, dan penduduk di sini menamainya dengan sebutan “Candi Kukuk.”

 

Keterangan yang tidak kurang penting lainnya, konon berita adanya situs candi di kawasan ini pada masa penjajahan Belanda dahulupun sempat didengar dan dilakukan upaya pencarian. Sekitar seratus meteran arah utara tempat itu, dengan mengerahkan tenaga yang cukup banyak Belanda sempat melakukan upaya penggalian. “Namun, mungkin karena kawasan tempat ini sejak dahulu telah menjadi areal pekuburan, maka upaya pencarian dan penggalian tidak sempat ke sini,” tutur Amin, salah seorang penduduk asli di sana.

 

Akhirnya, bila memang susunan bebatuan yang mulai bulan September ini akan diadakan upaya penggalian adalah benar-benar candi, semoga pihak terkait dapat segera menampilkannya, sehingga khasanah kebudayaan bangsa kita pun lebih variatif. Wallahu a’lam bissawab. ©️KyaiPamungkas.

Paranormal Terbaik Indonesia

KYAI PAMUNGKAS PARANORMAL (JASA SOLUSI PROBLEM HIDUP) Diantaranya: Asmara, Rumah Tangga, Aura, Pemikat, Karir, Bersih Diri, Pagar Diri, dll.

Kami TIDAK MELAYANI hal yg bertentangan dengan hukum di Indonesia. Misalnya: Pesugihan, Bank Gaib, Uang Gaib, Pindah Janin/Aborsi, Judi/Togel, Santet/Mencelakakan Orang, dll. (Bila melayani hal di atas = PALSU!)

NAMA DI KTP: Pamungkas (Boleh minta difoto/videokan KTP. Tidak bisa menunjukkan = PALSU!)

NO. TLP/WA: 0857-4646-8080 & 0812-1314-5001
(Selain 2 nomor di atas = PALSU!)

WEBSITE: paranormal-indonesia.com/
(Selain web di atas = PALSU!)

NAMA DI REKENING/WESTERN UNION: Pamungkas/Niswatin/Debi
(Selain 3 nama di atas = PALSU!)

ALAMAT PRAKTEK: Jl. Raya Condet, Gg Kweni No.31, RT.01/RW.03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur.
(Tidak buka cabang, selain alamat di atas = PALSU!)


Related posts

Ngaji Psikologi: BERUBAH!

Kyai Pamungkas

Konsultasi Kyai Pamungkas: CARA DAPATKAN HATI SI DIA YANG CUEK & COOL

Kyai Pamungkas

Ngaji Psikologi Bersama Kyai Pamungkas: TIGA HARTA

Kyai Pamungkas
error: Content is protected !!