Ngaji Bareng Kyai Pamungkas

Ngaji: 10 MUKJIZAT NABI MUHAMMAD SAW

Ngaji: 10 MUKJIZAT NABI MUHAMMAD SAW

ADA BANYAK KISAH TENTANG KEMUKJIZATAN SANG RASUL AKHIR ZAMAN INI YANG MUNGKIN JARANG DIUNGKAP: KAMI MERANGKUM 10 DI ANTARANYA YANG PALING MENARIK. SALAH SATUNYA KISAH NABI YANG MENDENGAR KELUHAN SEEKOR UNTA, JUGA BAGAIMANA BELIAU DISADARKAN OLEH SEEKOR SRIGALA, BAGAIMANA PULA KISAH NABI YANG MENDENGAR KABAR DARI SEPOTONG DAGING YANG TELAH DIBERI RACUN…?

 

1. KELUHAN SEEKOR UNTA

 

Suatu ketika, Nabi bersama beberapa orang sahabatnya pergi ke suatu tempat karena ada urusan yang harus diselesaikan. Di tengah perjalanan, tiba-tiba mendapatkan seekor unta yang terlepas dari kekangnya. Ketika binatang, tersebut melihat Nabi, ia meringkik sambil meletakan lehernya di atas tanah. Menyaksikan atu, ia dan para sahabatnya langsung bertanya. “Milik siapakah unta ini?” Tanya Nabi ke orang-orang yang berkumpul di tempat itu.

 

“Unta itu adalah kepunyaan saya,” kata seseorang sambil berjalan mendekati Nabi. “Boleu kau jual unta ini padaku?” Tanya Nabi lagi.

 

“Kalau memang suka, biar kuberikan saja unta itu kepadamu wahai Rasulullah, jawab si pemilik unta.

 

Setelah hewan diterima, Nabi lalu berkata kepada para sahabatnya, “Peliharalah baik-baik. Unta ini sebenarnya mengeluh tentang banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan, tak sebanding dengan makanan yang disediakan untuknya.”

 

Kemudian Nabi dan para sahabatnya meneruskan perjalanan yang sempat tertunda. Setelah cukup jauh, mereka pun berhenti untuk istirahat. Nabi menggunakan kesempatan ini untuk tidur, sedangkan para sahabat berjaga bila ada serangan mendadak.

 

Pada waktu Nabi tidur, keajaiban terjadi. Tiba-tiba sebatang pohon besar tercabut dari tanah dengan sendirinya, lalu bergerak mendekati Rasulullah. Sampai beberapa saat lamanya, daun-daunnya yang rindang menaungi tubuh beliau. Setelah itu, barulah pohon ini kembali ke tempatnya semula. Pohon itu telah meminta izin kepada Allah untuk memberikan salam kepadaku, dan Allah pun memberinya izin,” jelas Nabi setelah diberi kabar oleh para sahabatnya, mengenai keajaiban yang terjadi pada saat beliau tidur.

 

2. DISADARKAN SERIGALA

 

Pada suatu hari, ada seekor serigala memangsa kambing, tetapi si penggembala berhasil merebut kembali hewan peliharaannya itu dalam keadaan selamat.

 

“Aku berhasil menerkam mangsaku yang diberikan Allah. Lalu, pantaskah kau rebut kembali?” Teriak si serigala dari atas bukit.

 

Si penggembala tentu saja sangat terperanjat menyaksikan bahwa hewan tersebut ternyata dapat berbahasa manusia. Ia pun kemudian berkata, “Aku tak pernah melihat seekor serigala berbicara seperti yang kulihat pada hari ini.

 

“Yang lebih mengherankan lagi adalah, jika kamu tidak percaya pada seseorang yang berada di Madinah, yakni Nabi Muhammad, yang memberitahukan kepadamu tentang apa yang telah dan akan terjadi, jawab si hewan.

 

Sang penggembala itu semakin merasa penasaran. Maka ia pun segera menemui Rasulullah dan menjelaskan apa yang tadi telah disaksikannya.

 

“Itu adalah sebagian dari tanda-tanda hari kiamat. Kelak akan datang pula tanda-tanda lain, yaitu seseorang akan keluar dari rumah, dan sebelum kembali ia diberitahukan oleh sandainya atau cambuknya tentang apa yang bakal terjadi pada keluarganya kelak sepeninggal orang itu” jelas Nabi.

 

Mendengar keterangan tersebut, si penggembala kambing langsung menyatakan diri masuk Islam.

 

3. SANTAPAN AJAIB

 

Sewaktu membuat parit untuk keperluan | perang, pernah Nabi dan para sahabatnya tak menemukan makanan selama tiga hari. Perut Nabi bahkan sampai diganjal dengan batu, agar sedikit dapat mengurangi rasa lapar yang mendera.

 

Melihat keadaan itu Jabir, salah seorang sahabat, buru-buru pulang dan berkata kepada isterinya. “Apakah kamu ada menyimpan makanan? Kulihat Nabi dalam keadaan lapar sekali.”

 

Isteri Jabir lalu menuangkan sisa gandum yang hanya tinggal satu liter. Jabir sendiri segera menyembelih kambing kecil satu-satunya. Sesaat berselang, keduanya pun sibuk memasak.

 

Setelah masakan matang, Jabir segera kembali ke tempat Nabi dengan sembunyi sembunyi, agar sahabat lain tidak sampai mengetahui. la berbuat demikian bukan karena tega melihat orang lainnya kelaparan, melainkan karena makanan yang tersedia hanya sedikit.

 

“Ya Rasulullah, marilah ke rumahku. Aku telah memasak daging kambing dan satu liter gandum untukmu,” kata Jabir setengah berbisik.

 

Mendengar itu, Nabi langsung berseru kepada para sahabatnya yang sedang menggali parit, yang berjumlah sekitar seribu orang.

 

“Wahai ahli khandaq (parit), sesungguhnya Jabir telah menyediakan makanan untuk kita semua. Karena itu, sekarang marilah datang ke rumahnya.”

 

Jabir kelabakan. Tetapi Nabi segera menenangkannya, dan berpesan agar belanga tetap diletakkan di atas tungku, serta jangan sekali-kali masakan itu ditumpahkan ke wadah lain.

 

Setelah semuanya berkumpul dihalaman rumah Jabir, Nabi lalu mendatangi tempat makanan. Beliau sendiri yang membagikan hidangan kepada para sahabatnya. Anehnya, semua yang hadir bisa makan dengan puas. Bahkan yang lebih menakjubkan lagi, setelah orang-orang meninggalkan rumah Jabir, isi belanga tak berkurang sedikit pun.

 

4. CELAH JARI KELUAR AIR

 

Abdullah bin Mas’ud dan beberapa sahabat lainnya, pernah ikut bersama Rasulullah pergi ke satu tempat yang cukup jauh. Di tengah perjalanan, persediaan air yang mereka bawa pun hampir habis. Sementara di situ tak ada sumber air sama sekali.

 

“Kumpulkan sisa air yang masih tertinggal,” kata Nabi kepada para sahabatnya.

 

Beberapa saat kemudian, para sahabat datang menghadp Nabi sambil membawa sebuah bejana yang masih berisi air sedikit.

 

Nabi Muhammad SAW lalu memasukkan tangannya ke dalam bejana itu sambil berkata, “Ambillah oleh kalian air bersih yang diberkahi Alloh ini:

 

Sungguh luar biasa! Air tampak memancar dari celah-celah jari tangan Rasulullah.

 

5. MAKANAN YANG DIBERKAHI

 

Ketika Nabi menikah dengan Zainab, Ummu Sulaim (ibunda Anas ra) membuatkan makanan yang terbuat dari campuran kurma, minyak samin dan keju. Setelah itu, diletakkannya di atas sebuah baki.

 

“Hai Anas, bawalah makanan ini kepada Rasulullah, dan jangan lupa sampaikan pula salamku,” pesannya kepada anaknya. Anas pun segera melaksanakannya.

 

“Taruhlah makanan itu, lalu panggillah siapa saja yang kamu temui, kata Nabi.

 

Anas langsung melaksanakan perintah itu. Ketika ia kembali, tampak rumah Rasulullah telah dipenuhi para undangan yang jumlahnya sekitar tiga ratus orang. Nabi kemudian meletakkan tangannya di atas makanan kiriman Ummu Sulaim, beliau pun membaca doa.

 

Setelah itu, beliau membagi undangan menjadi beberapa kelompok, dan setiap kelompok terdiri dari sepuluh orang.

 

Selanjutnya, kelompok demi kelompok dipersilahkan untuk menikmati makanan buatan Ummu Sulaim secara bergiliran. Tetapi, sebelumnya Nabi berpesan kepada para hadirin, “Sebutlah nama Allah, dan hendaknya setiap orang menyantap makanan yang ada di dekatnya.”

 

Sungguh mengherankan. Makanan dari Ummu Sulaim yang hanya cukup untuk beberapa orang saja, ternyata mampu mengenyangkan seluruh hadirin. Dan yang lebih menakjubkan lagi, ketika makanan itu diangkat, ternyata tidak berkurang sedikit pun. Bahkan kadang-kadang tampak seperti lebih banyak dari semula.

 

6. KABAR DARI SEPOTONG DAGING

 

Seorang wanita Yahudi dari Khaibar suatu waktu menaruh racun pada daging kambing panggang, lalu menghadiahkannya kepada Rasulullah. Maka beliau bersama para sahabatnya pun segera menyantapnya.

 

Ketika Nabi mengambil bagian kaki kambing untuk dimakan, tiba-tiba beliau menaruhnya kembali seraya berkata kepada para sahabatnya, “Angkatlah tangan kalian, dan bawalah wanita Yahudi itu kemari.”

 

“Apakah kamu meracuni daging kambing ini?” Tanya Nabi setelah si wanita Yahudi berada di hadapannya.

 

“Siapakah yang memberitahukannya pada Anda?” Wanita itu balik bertanya.

 

“Daging inilah yang memberitahukannya padaku, ketika aku mengambil bagian kakinya dengan tanganku.”

 

“Aku berkata pada diriku, jika Anda adalah seorang Nabi, maka tak akan membawa malapetaka. Namun, jika Anda bukan Nabi, maka kami dapat membereskannya (membunuhnya dengan cara membubuhi daging itu dengan racun mematikan).”

 

Atas perlakukan tersebut, Nabi tidak membalas sedikit pun. Beliau memaafkannya. Padahal, semua sahabat yang ikut makan bersamanya meninggal dunia akibat terkena racun ganas.

 

Nabi kemudian bercanduk untuk membersihkan darahnya yang terkena racun. Yang mencanduk beliau adalah Abu Hindin, seorang bekas budak Banu Bayadhah dari suku Anshar. Abu Hindin mencanduknya dengan menggunakan sebilah pisau besar dan tanduk.

 

7. BANTUAN DARI LANGIT

 

Pada saat perang Badar berkecamuk, ketika salah seorang dari kaum muslimin mengejar seorang musuh yang berlari di hadapannya, tiba-tiba, ia mendengar bunyi cambuk yang dipukulkan dari arah atas disusu! suara yang mengatakan, “Majulah wahai Zum!”

 

Tetapi wujud cambuk dan manusia yang berkata itu tak kelihatan. Dan anehnya lagi, musuh yang ada di hadapannya tiba-tiba tersungkur begitu saja ke tanah dengan luka dihidung serta mukanya persis seperti bekas luka cambukan.

 

Melihat kejadian aneh ini, orang itu menjadi sangat penasaran. Maka ia pun segera menemui Rasulullah dan menceritakan apa yang baru saja disaksikannya.

 

“Itu adalah bantuan yang datang dari langit ketiga,” jelas Rasulullah.

 

Pada hari itu, kaum musyrikin yang terbunuh mencapai jumlah 70 orang. Sedangkan yang tertawan 70 orang juga.

 

8. SADAR KARENA KATA-KATA

 

Dhammad, seorang Arab dari kabilah Azab Syanuah, suatu waktu datang ke kota Mekkah. la adalah seorang ahli dalam hal mengobati orang yang terkena gangguan jin. Ketika kedatangannya didengar oleh kaum Quraisy, salah seorang di antara mereka berkata, “Sesungguhnya Muhammad terkena penyakit gila.”

 

Ketika Dhammad berjumpa dengan Nabi, ia berkata, “Hai Muhammad, aku adalah seorang ahli mengobati manusia yang terkena gangguan makhluk halus sebangsa jin. Nah, apakah kamu kamu kuobati agar penyakitmu sembuh?”

 

“Segala puji bagi Allah. Hanya kepadaNya kami memuji dan memohon pertolongan. Orang yang diberi jalan petunjuk tidak akan ada yang dapat menyesatkannya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah,” jawab Rasulullah SAW.

 

“Ulangilah kalimat-kalimat yang telah engkau ucapkan tadi,” pinta Dhammad seperti sangat penasaran.

 

Nabi pun menuruti permintaan Dhammad. Beliau mengulanginya sampai tiga kali. Setelah itu Dhammad sang dukun tersebut berkata, “Aku sering mendengar mantera yang dibaca oleh seorang dukun dan ahli sihir, juga puisi para penyair. Tetapi belum pernah aku mendengar kalimat-kalimat seperti yang baru saja engkau ucapkan. Kalimat-kalimat itu benar-benar begitu indah dan menggetarkan kalbu. Karena itu, sekarang ulurkanlah tanganmu, aku akan menyatakan diri masuk Islam.”

 

9. KEDAHSYATAN LAFAZ ALLAH

 

Pada suatu waktu, Rasulullah mengadakan perjalanan dengan ditemani oleh Abubakar. Ketika itu, jalanan masih sangat sepi. Selain mereka berdua, tak ada seorang lainpun yang tampak.

 

Setelah perjalanan yang ditempuh cukup jauh, di suatu tempat mereka menemukan sebuah goa. Keduanya lalu memasukui goa tersebut untuk beristirahat sekaligus menghindarkan diri dari kejaran para musuh.

 

Setibanya di dalam, Abubakar segera memersiapkan tempat tidur untuk Nabi, dan setelah itu ia kembali ke luar dengan maksud berjaga-jaga. Tak lama kemudian, tampak seorang penggembala datang menghampiri.

 

“Apakah kambingmu ada susunya?” Tanya Abubakar.

 

“Ya, ada,” sahut si penggembala.

 

“Maukah Anda memerahnya untuk kami?”

 

“Ya, aku bersedia.”

 

Sewaktu Abubakar mendinginkan air susu pemberian si penggembala, Nabi pun terbangun.

 

“Minumlah susu ini ya Rasulullah,” kata Abubakar.

 

Usai itu, maka keduanya kemudian bergegas meninggalkan tempat tersebut. Saat matahari telah agak concong, masih di tengah perjalanan, tiba-tiba tampak Suragah mengikuti dari belakang dengan pedang terhunus. Waktu Abubakar memberitahukan hal itu, Nabi hanya berkata, Jangan takut! Allah beserta kita!”

 

Mendengar kata “Allah” mendadak tubuh Suragah tersungkur ke tanah. Musuh Islam yang hendak membunuh Nabi itu tubuhnya langsung lemas tak bisa bergerak sama sekali. Seandainya saja Nabi Muhammad atau Abubakar bermaksud hendak membunuhnya, sudah pasti mereka dapat melakukannya dengan sangat mudah. Namun Suragah tak diapa-apakan oleh keduanya.

 

Sesaat kemudian, tanpa malu-malu Suragah berkata, “Aku yakin, bahwa kalian berdua telah berdoa sesuatu buatku. Sekarang tolong doakan agar aku diberi keselamatan. Aku berjanji tidak akan mengganggu kalian berdua.”

 

Nabi memenuhi permohonan musuhnya yang tidak berdaya itu. Suragah pun akhirnya diselamatkan Allah dari kebinasaan. Suragah kemudian buru-buru meninggalkan tempat itu Setiap berjumpa dengan orang yang hendak membunuh Nabi, ia selalu menghalanginya dengan mengatakan bahwa Rasulullah tidak ada.

 

10. KHASIAT SORBAN NABI SAW

 

Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa suatu ketika Baginda Rasulullah SAW pergi bersama rombongan untuk menghantarkan seorang jenazah yang akan dikuburkan. Setelah melaksanakan doa dan sang mayat dikuburkan, Baginda langsung berniat pulang ke rumah bersama Aisyah, isterinya. Tapi, menjelang pulang ke rumah, Aisyah merasa bingung dengan apa yang dilihatnya sepanjanc perjalanan. Soalnya, sedari tadi Aisyah melihat dengan jelas hujan turun rintik-rintik.

 

Melihat itu, Aisyah menutupi kepalanya dengan memakai sorban Rasulullah SAW. Namun, setibanya di rumah, dilihat baju dan badannya tidak basah, yang basah hanya sorban Rasulullah SAW, yang tadi digunakan Aisyah untuk menutupi kepalanya.

 

Karena merasa heran, Aisyah menanyakan hal ini kepada Nabi SAW, “Sepulang bertakziah tadi kulihat hujan turun, tapi tubuh dan pakaianku tidak basah. Ada apakah hal ini ya Rasul?” Kira-kira demikianlah pertanyaan Aisyah

 

Setelah mendengar pertanyaan itu, Rasul kemudian menjawab: “Dengan apa engkau tutup kepalamu?”

 

Aisyah pun menjelaskan, “Dengan sorbanmu, wahai Rasulullah.”

 

Lalu Rasul menanggapinya, “Ketahuilah Aisyah, tadi benar-benar telah terjadi hujan, bukan di alam dunia akan tetapi di alam ghaib. Ternyata sorbanku dapat menyibak tirai alam ghaib kalau diletakkan di atas kepala. Jadi, jelas bagi kita, di alam ghaib ada matahari, rembulan mendung dan hujan, sama seperti yang terjadi di alam nyata. Tetapi hanya Nabi dan kekasihNya saja yang dapat melihat kejadian tersebut.

 

Hanya ini yang dapat penulis berikan, semoga menambah pengetahuan dan mempertebal iman kita. Aamiin… Wallahu a’lam bissawab. ©️KyaiPamungkas.

Paranormal Terbaik Indonesia

KYAI PAMUNGKAS PARANORMAL (JASA SOLUSI PROBLEM HIDUP) Diantaranya: Asmara, Rumah Tangga, Aura, Pemikat, Karir, Bersih Diri, Pagar Diri, dll.

Kami TIDAK MELAYANI hal yg bertentangan dengan hukum di Indonesia. Misalnya: Pesugihan, Bank Gaib, Uang Gaib, Pindah Janin/Aborsi, Judi/Togel, Santet/Mencelakakan Orang, dll. (Bila melayani hal di atas = PALSU!)

NAMA DI KTP: Pamungkas (Boleh minta difoto/videokan KTP. Tidak bisa menunjukkan = PALSU!)

NO. TLP/WA: 0857-4646-8080 & 0812-1314-5001
(Selain 2 nomor di atas = PALSU!)

WEBSITE: paranormal-indonesia.com/
(Selain web di atas = PALSU!)

NAMA DI REKENING/WESTERN UNION: Pamungkas/Niswatin/Debi
(Selain 3 nama di atas = PALSU!)

ALAMAT PRAKTEK: Jl. Raya Condet, Gg Kweni No.31, RT.01/RW.03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur.
(Tidak buka cabang, selain alamat di atas = PALSU!)


Related posts

Ngaji Psikologi: ORANG PALING KAYA

Kyai Pamungkas

Ngaji Psikologi Bersama Kyai Pamungkas: TANGGA REZEKI

Kyai Pamungkas

Ngaji Psikologi: HARGA KESUKSESAN

Kyai Pamungkas
error: Content is protected !!