Amalan Penarik Sukma merupakan laku spiritual dalam tradisi keilmuan Jawa Islami yang bertujuan menarik kembali sukma atau kesadaran batin seseorang yang diyakini mengalami keterpisahan jiwa akibat pengaruh ilmu hitam, pelet, atau gangguan spiritual berat sehingga kehilangan kendali batin, emosi, dan kesadaran diri.
Amalan ini tidak diposisikan sebagai alat dominasi kehendak, melainkan sebagai jalan pemulihan spiritual untuk mengembalikan kesadaran jiwa secara utuh, memulihkan keseimbangan batin, serta menumbuhkan kembali rasa keterhubungan batin yang lahir dari kesadaran, bukan paksaan energi.
Dalam sistem keilmuan Jawa Islami, sukma dipahami sebagai pusat kesadaran ruhani manusia. Ketika sukma terganggu, seseorang dapat kehilangan kendali emosi, logika, dan arah hidupnya. Amalan Penarik Sukma berfungsi sebagai metode pemanggilan kembali kesadaran batin agar kembali selaras dengan ruh, akal, dan fitrah ketuhanan.
Keilmuan ini bukan praktik instan, bukan jalan manipulasi kehendak, dan bukan sarana eksploitasi spiritual, tetapi laku batin yang menekankan pemurnian niat, disiplin spiritual, adab, dan ketundukan kepada kehendak Allah SWT.
- Puasa selama 7 hari dimulai tepat pada hari weton orang yang dimaksud.
- Niat puasa: Nawaitu Souma Godin Li Qodoo’i Hajatii Sunnatan Lillahi Ta’ala.
- Selama puasa tidak boleh mengonsumsi makanan yang mengandung nyawa dan seluruh hasil olahannya.
- Amalan dibaca 100 kali setiap malam setelah sholat Hajat 2 rakaat pada pukul 03.00 dini hari dengan syarat mampu membayangkan wajah orang yang dituju secara fokus dan jernih.
Laku Amalan Penarik Sukma wajib dijalankan dengan niat suci, tanpa ambisi ego, tanpa dorongan nafsu, dan tanpa niat menguasai kehendak orang lain. Etika keilmuan Jawa Islami menempatkan amalan ini sebagai jalan pemulihan batin, bukan alat dominasi spiritual.
Segala hasil tetap berada dalam kehendak Allah SWT, sehingga pelaku laku wajib menjaga adab, ketawadhuan, dan tanggung jawab spiritual.
Ijazah Amalan Penarik Sukma diturunkan melalui jalur sanad keilmuan Peguron Sapujagad sebagai warisan spiritual yang dijaga adab, nilai, dan etika penggunaannya.

Amalan Penarik Sukma bukan sekadar bacaan, tetapi jalan pemulihan kesadaran, keseimbangan batin, dan penyatuan ruhani manusia dengan fitrah sucinya.
Keilmuan sejati bukan tentang kekuasaan atas manusia lain, tetapi tentang pengendalian diri, penyucian niat, dan ketundukan kepada kehendak Allah SWT.
TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?
Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.
PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001
PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098
