Ngaji Bareng Kyai Pamungkas

Ngaji Sufi: KAROMAH SYEKH ABD QADIR AL-JAILANI

Ngaji Sufi: KAROMAH SYEKH ABD QADIR AL-JAILANI

SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI ADALAH TERMASUK SALAH SEORANG TOKOH SUFI DAN WALI QUTUB, YANG SANGAT TERKENAL DARI DAHULU HINGGA PADA SAAT SEKARANG. BAHKAN, DI INDONESIA DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI TOKOH WALI YANG PALING TERKENAL DAN BANYAK PENGIKUTNYA…

 

KISAH-KISAH tentang karamahnya bertebaran di berbagai kitab, dan beberapa di antaranya pernah pula muncul ke hadapan para pembaca melalui website kesayangan ini.

 

Kali ini, kami sajikan beberapa kisah karamah Syekh Abdul Qadir, mengingat masih begitu banyaknya kisah tentang keajaiban Syekh yang belum diungkap ke hadapan sidang pembaca. Adapun sebagai bahan rujukan, kami menggunakan beberapa kitab klasik, di antaranya: Managib Asy-Syaikh Abdul Qadir AlJailani dan Jami’ Karamatul Auliya. Nah, berikut kisah-kisah yang berhasil kami nukilkan dari sumber-sumber tersebut:

 

DIKELILINGI CAHAYA SAAT BERDZIKIR

 

Syekh Al-Harawi mengisahkan, bahwa dirinya pernah selama empat puluh tahun mengabdi kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Sudah barang tentu, dia sering kali menyaksikan karamah yang sangat menakjubkan dari sang Wali. Adapun salah satu kesaksiannya mengenai hal itu adalah sebagai berikut:

 

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani selalu sholat Subuh dengan menggunakan wudhu untuk sholat Isya. Setiap kali batal, beliau selalu mengganti wudhunya dengan yang baru, kemudian sholat sunnah dua rakaat setiap kali selesai berwudhu.

 

Setelah selesai shalat Isya, Syekh masuk ke kamar tempat berkhalwat sampai tibanya waktu untuk melakukan shalat fajar. Jika beliau telah memasuki tempat berkhalwatnya, maka tak seorang pun berani menemuinya di malam hari itu.

 

Pernah pada suatu malam, ketika beliau telah berada di dalam kamar khalwatnya, tibatiba datanglah Khalifah hendak menemuinya. Tetapi permintaannya ditolak mentah-mentah. Akhirnya, terpaksa Khalifah menunggu hingga tiba saatnya sholat fajar. Pada suatu malam, Syekh nampak sholat dua rakaat ringan. Kemudian dilanjutkan dengan berdzikir kepada Allah SWT sampai pada sepertiga malam yang pertama. Selama dalam dzikirnya, badan beliau kelihatan diselubungi oleh cahaya sehingga tubuhnya tak tampak lagi.

 

Setelah itu, Syekh mulai shalat dengan memperpanjang bacaan Al-Qur’an, sampai sepertiga malam yang kedua. Dalam sholat ini biasanya beliau memperpanjang sujudnya, setelah itu duduk berdzikir sambil memusatkan pandangannya ke arah kiblat seolah-olah sedang mengamati terbitnya sang fajar.

 

Saat demkianlah Syekh menghabiskan waktunya untuk bermunajat kepada Allah SWT.Bentuk tubuhnya tak dapat dilihat lagi, karena hampir seluruhnya diselubungi oleh cahaya. Waktu itulah di tempat beliau terdengar ada suara tanpa kelihatan wujudnya, yang mengucapkan: “Assalammu’alaikum… Assalammu’alaikum… Assalammu’alaikum…” Kemudian terdengar suara Syekh menjawab salam tersebut satu persatu, sampai akhirnya beliau ke luar dari tempat berkhalawatnya untuk melakukan shalat fajar.

 

BUAH APEL DARI LANGIT

 

Pada suatu hari, Raja Abu Mudhaffar Yusuf berada di hadapan Syekh Abdul Qadir. Sang raja lalu berkata, “Wahai Syekh, aku ingin sekali memakan buah apel yang diambil dari langit.”

 

Mendengar permintaan tersebut, Syekh kemudian mengangkat tangannya ke atas. Tak lama berselang, tiba-tiba saja tangan beliau telah menggenggam dua buah apel. Seterusnya sang raja diajak makan buah tersebut masingmasing satu buah.

 

Syekh lebih dulu membuka apelnya. Tampak apelnya, begitu putih serta harum sekali, tak seperti buah apel dunia pada umumnya. Sementara itu, ketika sang raja membelah apelnya, ternyata isinya sangat jauh berbeda

 

dengan yang berada di tangan Syekh. Di dalam buah apelnya dipenuhi ulat dan baunya sangat busuk.

 

“Lho, mengapa buah apel Syekh sangat berbeda dengan buah apel bagian saya? Mengapa bisa begitu?” Tanya Raja Abu Mudhaffar terheran-heran.

 

“Buah apel yang dipegang oleh orang yang suka berbuat dzalim, isinya akan membusuk serta berubah menjadi ulat. Sedangkan apel yang dipegang oleh hamba Allah yang sholeh, akan menjadi harum dan rasanya semakin nikmat. Anda telah menyaksikan sendiri hal ini” jelas Syekh Abdul Qadir sambil tersenyum.

 

UANG RAJA MENJADI DARAH

 

Pada suatu hari, Raja Abu Mudhaffar berkunjung ke rumah Syekh Abdul Qadir sambil membawa sepuluh kantong berisi uang, yang dibawa oleh sepuluh orang bawahannya. Adapun tujuan kunjungan ini adalah dalam rangka meminta nasihat atau wejangan, sambil memberikan hadiah uang kepada Syekh.

 

Tetapi Syekh menolak pemberian sang raja. Sudah tentu Raja Abu Mudhaffar jadi tersinggung dan dia menganggap penolakan itu sebagai suatu penghinaan besar kepada seorang pemimpin pemerintahan. Akhirnya terpaksa Syekh menerima pemberian itu, namun hanya dua kantung uang saja yang diambilnya.

 

Setelah berada di tangannya, kedua kantunc berisi uang itu kemudian diperasnya di hadapar Raja Abu Mudhaffar. Apa yang terjadi? Sungguh luar biasa! Dari dalam wadah uang tersebut tiba-tiba keluar darah yang mengalir dengan derasnya. Raja Abu Mudhaffar dan semua yang hadir di tempat ini menjadi sangat ketakutan dibuatnya.

 

“Tidaklah engkau merasa malu kepada Allah, wahai Abu Mudhaffar! Engkau mengambil uang ini dengan cara memeras darah rakyat, kemudian setelah itu memberikannya padaku secara paksa pula, kata Syekh dengan tegas.

 

Mendengar perkataan Syekh, sang raja langsung jatuh tak sadarkan diri, sehingga para pengawalnya menjadi panik.

 

“Demi Allah Yang Maha Agung dan yang berhak disembah, seandainya aku tidak menghormati nasabnya (Raja Abu Mudhaffar masih memiliki garis keturunan dengan Rasul), pasti aku akan membiarkan darah ini mengalir sampai ke rumahnya, sambung Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.

 

DITAKUTI RAJA JIN

 

Suatu ketika seorang lelaki datang kepada Syekh Abdul Qadir untuk meminta bantuan mengembalikan anak gadisnya yang dilarikan atau diculik oleh makhluk halus sebangsa jin.

 

“Malam ini duduklah di atas sebuah bukit, lalu goreslah tanah di sekelilingmu membentuk sebuah lingkaran sambil membaca Basmallah. Pada saat kamu menggores tanah tersebut, katakanlah dalam hati bahwa yang melakukan semua ini bukanlah kamu melainkan aku (Syekh Abdul Qadir Al-Jailani). Nanti, pada waktu tengah malam akan datang padamu serombongan jin dengan berbagai rupa yang menakutkan. Ingat, kamu jangan takut kepada mereka.

 

Kemudian setelah itu, tepatnya dinihari, akan datang pula padamu raja mereka, dengan membawa pasukan yang sangat besar. Raja jin itu pasti akan bertanya tentang apa yang” menjadi hajat atau keperluanmu. Jawablah terus terang bahwa engkau sudah menemuiku. Seterusnya ceritakanlah mengenai anakmu yang hilang itu kepadanya,” jelas Syekh Abdul Qadir panjang lebar.

 

Singkat cerita, maka pergilah lelaki itu untuk melaksanakan apa yang tadi telah disarankan oleh Syekh. Kata-kata Syekh ternyata benar. Ketika malam tiba, datanglah serombongan jin dengan wajah yang sangat menakutkan. Tetapi di antara mereka tak ada satu pun yang berani melewati garis lingkaran, tempat lelaki itu berada di dalamnya.

 

Setelah itu, datanglah sang raja jin seraya bertanya, “Hai manusia, apa keperluanmu datang ke sini?”

 

“Aku telah datang kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, dan beliau menyuruhku untuk datang kemari,” jawab lelaki itu.

 

Kemudian dia menceritakan perihal anak gadisnya yang telah hilang diculik sesosok jin nakal. Mendengar nama Syekh Abdul Qadir Al-Jailani disebut-sebut, raja jin itu turun dari atas kudanya lalu bersujud dengan menaruh wajahnya di atas tanah. Setelah itu sang raja memerintahkan anak buahnya yang telah menculik anak gadis laki-laki tersebut, untuk segera mengembalikannya kepada keluarganya.

 

Menurut kabar, yang menjadi dasar penculikan ini adalah urusan cinta. Jelasnya, si jin nyeleneh itu jatuh cinta berat kepada si gadis. Konon, makhluk halus ini tempat tinggalnya di negeri Cina. Tetapi akhirnya si gadis dikembalikan lagi kepada orang tuanya. Ini terjadi karena dia sangat takut mendengar nama Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.

 

MINUMAN KERAS MENJADI CUKA

 

Diriwayatkan, pada suatu hari Syekh melihat tiga ekor kuda yang mengangkut minuman keras milik Khalifah, dengan dikawal oleh sepasukan tentara bersenjata lengkap. Beliau kemudian memerintahkan agar rombongan itu berhenti. Tetapi mereka menolaknya dengan keras.

 

“Wahai kuda, berhentilah dengan izin Allah,” kata Syekh Abdul Qadir setelah keinginannya ditolak olah pasukan itu. Mendadak ketika ekor kuda itu berhenti.

 

Dengan cepat Syekh merampas beberapa botol serta langsung memecahkannya. Menyaksikan itu, para tentara Khalifah menjadi ketakutan. Mereka langsung menyatakan taubat di hadapan beliau.

 

“Minuman keras ini semuanya telah berubah menjadi cuka,” kata Syekh.

 

Apa yang dikatakannya ternyata benar. Semua orang yang berada di tempat ini menyaksikan, bahwa seluruh minuman keras milik Khalifah telah berubah menjadi cuka.

 

Demikianlah lima kisah karamah Syekh Abdul Qadir AlJailani, yang semoga saja dapat sama-sama kita ambil hikmahnya. Tentu masih banyak kisah-kisah lain dari sang Wali Qutub yang tak kalah menawan. Mudah-mudahan kami dapat kembali menelusurinya lewat sejumlah kepustakaan. Wallahu a’lam bissawab. ©️KyaiPamungkas.

Paranormal Terbaik Indonesia

KYAI PAMUNGKAS PARANORMAL (JASA SOLUSI PROBLEM HIDUP) Diantaranya: Asmara, Rumah Tangga, Aura, Pemikat, Karir, Bersih Diri, Pagar Diri, dll.

Kami TIDAK MELAYANI hal yg bertentangan dengan hukum di Indonesia. Misalnya: Pesugihan, Bank Gaib, Uang Gaib, Pindah Janin/Aborsi, Judi/Togel, Santet/Mencelakakan Orang, dll. (Bila melayani hal di atas = PALSU!)

NAMA DI KTP: Pamungkas (Boleh minta difoto/videokan KTP. Tidak bisa menunjukkan = PALSU!)

NO. TLP/WA: 0857-4646-8080 & 0812-1314-5001
(Selain 2 nomor di atas = PALSU!)

WEBSITE: paranormal-indonesia.com/
(Selain web di atas = PALSU!)

NAMA DI REKENING/WESTERN UNION: Pamungkas/Niswatin/Debi
(Selain 3 nama di atas = PALSU!)

ALAMAT PRAKTEK: Jl. Raya Condet, Gg Kweni No.31, RT.01/RW.03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur.
(Tidak buka cabang, selain alamat di atas = PALSU!)


Related posts

Ngaji Psikologi Bersama Kyai Pamungkas: TANGGA REZEKI

Kyai Pamungkas

Ngaji Psikologi Bersama Kyai Pamungkas: Coba Melihat Sudut Pandang Orang

Kyai Pamungkas

Ngaji Psikologi Bersama Kyai Pamungkas: PASANGAN HIDUP

Kyai Pamungkas
error: Content is protected !!