Ijazah Kyai Pamungkas

PENGASIH SRIWULAN WENGI – Ijazah Keilmuan Jawa Islami

AJI PENGASIH SRIWULAN WENGI

DESKRIPSI KEILMUAN

Aji Pengasih Sriwulan Wengi dikenal sebagai salah satu ajian pengasihan kuno yang kini sudah sangat jarang dipraktikkan. Dalam cerita tradisi Jawa, ajian ini dipercaya berasal dari ajaran spiritual para wali di tanah Jawa yang mengajarkan berbagai laku batin untuk memperhalus rasa serta membuka simpati di antara sesama manusia.

Keunikan ajian ini terletak pada waktunya yang dikaitkan dengan bulan purnama. Cahaya bulan dipandang sebagai simbol kejernihan dan ketenangan batin. Oleh karena itu, pengamal diingatkan untuk melaksanakan laku ini pada saat bulan purnama agar suasana batin menjadi lebih khusyuk dan fokus.

HAKIKAT KEILMUAN

Dalam pandangan Jawa Islami, pengasihan tidak dimaksudkan untuk memaksa kehendak orang lain, melainkan sebagai sarana menata batin agar memancarkan sikap lembut, welas asih, dan ketulusan. Ketika hati dipenuhi niat yang baik serta disertai doa kepada Allah, maka simpati orang lain dapat tumbuh secara alami.

Laku seperti ini juga mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, serta keyakinan bahwa segala hasil tetap berada dalam kehendak Allah.

MANTRA YANG DIIJAZAHKAN

Bismillaahirrahmaanirrahiim (9x)

Sri Wulan tengah wengi.

Mugo aku dadi asih sak negoro putri,

Opo maneh jabang bayine… (sebut nama yang dituju dan nama bapaknya),

Asih marang badan saliroku,

Kabul saking kersaning Allah.

TATA CARA PENGAMALAN

1. Sebelum memulai puasa, mandi keramas terlebih dahulu sebagai simbol penyucian diri.

2. Jalankan puasa mutih selama tiga hari.

3. Laku dilakukan pada saat bulan purnama karena secara tradisi ajian ini dikaitkan dengan cahaya bulan.

4. Pada tengah malam, duduk bersila di luar rumah menghadap ke barat sambil membaca mantra dengan khusyuk.

5. Saat membaca mantra, bayangkan wajah orang yang dituju sambil menjaga niat baik dalam hati.

MAKNA BATIN & ETIKA KEILMUAN

Ajian ini mengingatkan bahwa pesona sejati muncul dari ketulusan hati dan sikap welas asih. Laku batin seperti puasa dan doa membantu seseorang menata niat serta memperkuat pengendalian diri. Dengan demikian, hubungan yang terjalin diharapkan lahir dari rasa hormat dan kebaikan, bukan paksaan.

PENGIJAZAH KEILMUAN

Pembahasan ini disajikan sebagai edukasi keilmuan Jawa Islami yang diijazahkan secara terbuka oleh Kyai Pamungkas dan Aby Marnos dari Peguron Sapujagad, dengan penekanan pada tujuan baik, tanggung jawab, dan penambah wawasan publik.

FAQ

MENGAPA AJIAN INI DIKAITKAN DENGAN BULAN PURNAMA?

bulan purnama dalam tradisi jawa melambangkan kejernihan rasa dan ketenangan batin sehingga pengamal lebih mudah berkonsentrasi dalam doa.

APAKAH AJIAN INI BISA MEMAKSA PERASAAN ORANG LAIN?

tidak. dalam etika jawa islami ajian hanya dipahami sebagai doa untuk memperhalus batin, bukan untuk memaksa kehendak orang lain.

APA PESAN TERPENTING DARI AJI SRIWULAN WENGI?

bahwa hubungan yang baik lahir dari niat tulus, kesabaran, dan doa yang disandarkan kepada Allah.

Paranormal Terbaik Indonesia

KYAI PAMUNGKAS PARANORMAL (JASA SOLUSI PROBLEM HIDUP) Diantaranya: Asmara, Rumah Tangga, Aura, Pemikat, Karir, Bersih Diri, Pagar Diri, dll.

Kami TIDAK MELAYANI hal yg bertentangan dengan hukum di Indonesia. Misalnya: Pesugihan, Bank Gaib, Uang Gaib, Pindah Janin/Aborsi, Judi/Togel, Santet/Mencelakakan Orang, dll. (Bila melayani hal di atas = PALSU!)

NAMA DI KTP: Pamungkas (Boleh minta difoto/videokan KTP. Tidak bisa menunjukkan = PALSU!)

NO. TLP/WA: 0857-4646-8080 & 0812-1314-5001
(Selain 2 nomor di atas = PALSU!)

WEBSITE: paranormal-indonesia.com/
(Selain web di atas = PALSU!)

NAMA DI REKENING/WESTERN UNION: Pamungkas/Niswatin/Debi
(Selain 3 nama di atas = PALSU!)

ALAMAT PRAKTEK: Jl. Raya Condet, Gg Kweni No.31, RT.01/RW.03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur.
(Tidak buka cabang, selain alamat di atas = PALSU!)


Related posts

Ijazah Kyai Pamungkas: Pengasih Lewat Makanan dan Minuman, Silahkan Diamalkan, Gratis!

paranormal

Ijazah: PELET TATAR SUNDA

Kyai Pamungkas

Pengasihan Dewaning Asmoro – Ijazah Keilmuan Jawa Islami

Kyai Pamungkas
error: Content is protected !!